Jawa Pos Radar Ponorogo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lereng Gunung Gombak, Dusun Karanggayam, Desa Sukosari, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Senin malam (13/7).
Kobaran api yang berlangsung sekitar delapan jam menghanguskan sedikitnya 15 hektare kawasan hutan dan lahan warga.
Kebakaran mulai terpantau sekitar pukul 15.00. Api membakar kawasan yang didominasi serasah daun jati kering.
Kondisi angin kencang saat musim kemarau membuat kobaran cepat membesar dan meluas.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun mengatakan, api bergerak dari sisi utara menuju barat, kemudian merambat ke arah timur.
"Pemadaman dilakukan secara manual karena medan cukup sulit dijangkau kendaraan," kata Masun.
Tim gabungan berjibaku memadamkan api dengan peralatan sederhana hingga kobaran berhasil dikendalikan.
Meski meluas, api tidak sampai menjalar ke permukiman warga yang berjarak kurang dari 100 meter dari lokasi kejadian.
Masun menyebut, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Tim masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
"Api berasal dari bawah sehingga kami belum bisa memastikan titik awal maupun pemicunya," jelasnya.
Setelah penanganan selama kurang lebih delapan jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
BPBD memastikan tidak ada laporan korban maupun kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.
Selain di Kecamatan Kauman, BPBD Ponorogo juga mencatat sejumlah kejadian karhutla di wilayah lain, seperti Sampung, Sambit, dan Balong.
Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat.
BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
Warga yang membuat api untuk kebutuhan tertentu diminta memastikan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
"Jika terpaksa membuat api untuk keperluan tertentu, jangan ditinggal tanpa pengawasan hingga benar-benar padam," pungkas Masun. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto