Jawa Pos Radar Ponorogo – Persoalan minimnya peserta didik baru kembali terjadi di sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo.
Hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mencatat empat SDN belum mendapatkan satu pun siswa baru hingga penutupan pendaftaran.
Kondisi tersebut membuat sejumlah ruang kelas di sekolah terdampak masih kosong saat tahun ajaran baru dimulai.
Fenomena sekolah tanpa siswa baru ini disebut bukan kali pertama terjadi dan terus menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo.
Ketua SPMB 2026 Ponorogo Farida Nuraini mengatakan, dari total 560 SDN di Ponorogo, terdapat empat sekolah yang nihil peserta didik baru.
Keempat sekolah tersebut yakni SDN Setono, Kecamatan Jenangan; SDN Nailan, Kecamatan Slahung; SDN 3 Pomahan, Kecamatan Pulung; dan SDN 4 Tempuran, Kecamatan Sawoo.
"Akhir penutupan SPMB kemarin ada tujuh, sekarang berkurang tinggal empat SDN yang tidak ada siswa," ujar Farida, Selasa (14/7).
Farida mengakui persoalan SDN tanpa siswa baru hampir selalu muncul setiap tahun.
Dindik Ponorogo pun melakukan pemetaan untuk mengetahui penyebab utama rendahnya minat pendaftaran.
Berdasarkan kajian sementara, faktor demografi menjadi penyebab dominan. Jumlah anak usia sekolah di sekitar lokasi sekolah terus mengalami penurunan.
"Hasil sementara menunjukkan faktor demografis menjadi penyebab utama. Jumlah anak usia sekolah di wilayah sekitar memang terus berkurang," jelasnya.
Meski demikian, Dindik tidak ingin menjadikan faktor demografi sebagai satu-satunya alasan.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan lebih lanjut bersama pemerintah desa (pemdes) untuk mengetahui potensi calon peserta didik.
Dari hasil pendataan, lanjut Farida, lingkungan sekitar empat sekolah tersebut tidak memiliki lulusan taman kanak-kanak (TK) yang menjadi sumber utama siswa baru jenjang SD.
Dindik Ponorogo tetap meminta sekolah negeri terus melakukan inovasi agar mampu menarik minat masyarakat.
Persaingan antarjenjang pendidikan, kata Farida, membutuhkan kreativitas dalam meningkatkan kualitas layanan.
Meski terdapat sekolah yang belum mendapatkan siswa baru, Dindik memastikan fasilitas SDN di Ponorogo relatif setara.
"Sekolah dalam kondisi bagus, sarana tercukupi," tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto