Jawa Pos Radar Madiun - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan progres.
Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 159 unit telah selesai dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
Dandim 0802 Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra mengatakan, dari target 307 desa dan kelurahan, pembangunan KDKMP telah menjangkau 252 lokasi.
Sementara itu, 55 titik lainnya masih terkendala persoalan penyediaan lahan.
Menurut Farauk, hambatan tersebut terdiri atas 17 lokasi yang masih menunggu izin pemanfaatan lahan milik Perhutani, 23 kelurahan yang memanfaatkan aset Pemkab Ponorogo dan masih menyelesaikan administrasi, serta 15 desa maupun kelurahan yang masih mengupayakan lahan melalui mekanisme tukar guling.
"Kami tidak ingin memaksakan pembangunan jika status lahannya belum clear and clean. Semua harus sesuai aturan agar tidak menjadi persoalan hukum di kemudian hari," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Meski sebagian besar bangunan telah rampung, hingga kini belum ada KDKMP di Ponorogo yang beroperasi.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain di Jawa Timur, seperti Nganjuk dan Blitar, yang lebih dahulu membuka layanan koperasi.
Farauk menjelaskan, bangunan yang telah selesai saat ini masih menunggu distribusi sarana dan prasarana dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut meliputi kendaraan operasional, rak gerai, mebel, hingga sistem operasional koperasi.
"Kalau tidak ada kendala, paling cepat Agustus sudah operasional," katanya.
Ia menambahkan, program KDKMP merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
Ke depan, koperasi tersebut akan melayani distribusi kebutuhan pokok, pemberdayaan UMKM, hingga penyerapan hasil pertanian masyarakat.
"Bahkan nanti bisa berkolaborasi dengan SPPG," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto