Karhutla di Ponorogo, Dua Hektare Hutan Jati Sampung Terbakar Diduga Ulah Manusia

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:40 WIB
DAMPAK KEMARAU: Petugas gabungan bersama warga memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan jati Perhutani, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Rabu (22/7).
DAMPAK KEMARAU: Petugas gabungan bersama warga memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan jati Perhutani, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Rabu (22/7).

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi saat musim kemarau.

Sekitar dua hektare kawasan hutan jati milik Perhutani di Petak 62 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, hangus terbakar pada Rabu (22/7).

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sampung BKPH Sampung Andi Kuswoyo mengatakan, titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 15.00.

Setelah menerima laporan, petugas Perhutani langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

"Api pertama kali diketahui di area hutan jati," ujarnya.

Petugas berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 17.30. Setelah memastikan kondisi dinilai aman, personel meninggalkan lokasi.

Namun, beberapa saat setelah waktu Magrib, api kembali muncul di titik yang sama sehingga petugas harus kembali melakukan pemadaman.

"Api muncul lagi setelah Magrib sehingga tim kembali melakukan pemadaman sampai benar-benar padam," katanya.

Berdasarkan pendataan sementara, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare dengan vegetasi yang didominasi tanaman jati.

Perhutani menduga kebakaran dipicu oleh ulah manusia.

Dugaan tersebut masih didalami untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

"Dugaan sementara berasal dari ulah manusia atau orang yang tidak bertanggung jawab," tegas Andi. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
karhutla Perhutani ponorogo