DPRD Ponorogo Sebut Potensi Pertanian Daerah Masih Besar, Lahan Perhutani Jadi Penopang

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:59 WIB
Wakil Ketua DPRD Ponorogo Anik Suharto dan Plt bupati meninjau alsintan sebelum dibagikan ke petani, Selasa (28/7). (SUGENG DWI N/RADAR MADIUN)
Wakil Ketua DPRD Ponorogo Anik Suharto dan Plt bupati meninjau alsintan sebelum dibagikan ke petani, Selasa (28/7). (SUGENG DWI N/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Sektor agraris di wilayah Kabupaten Ponorogo dinilai masih memiliki peluang pengembangan yang sangat menjanjikan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat meyakini bahwa potensi pertanian di kawasan Bumi Reog belum sepenuhnya mencapai batas maksimal.

Hal ini tidak lepas dari keberadaan ribuan petani yang aktif memanfaatkan lahan milik Perhutani sebagai area garapan di luar area sawah biasa.

Mereka menerapkan sistem tumpangsari yang selama ini terbukti ampuh menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.

Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Anik Suharto, memaparkan bahwa area kehutanan di sejumlah kecamatan masih menyediakan lahan produktif untuk digarap.

Wilayah potensial tersebut tersebar mulai dari Kecamatan Pulung, Pudak, Sooko, Ngebel, Sawoo, hingga wilayah sekitar hutan kayu putih.

"Lahan tumpangsari di wilayah-wilayah itu masih sangat luas dan dikerjakan masyarakat. Hasilnya juga ikut menopang perekonomian petani," ujar Anik.

Ia menjelaskan bahwa skema kerja sama dengan pihak Perhutani ini memberikan pundi-pundi keuntungan tambahan bagi para penggarap.

Keuntungan tersebut didapat karena seluruh hasil panen dari lahan tumpangsari itu sepenuhnya diklaim menjadi hak milik petani.

Baca Juga: Bagikan Ratusan Alsintan, DPRD Ponorogo Dorong Poktan Maksimalkan Produktivitas Pertanian 

Bantuan Alsintan dan Jaminan Pupuk

Untuk terus mendongkrak produktivitas garapan lahan tersebut, sokongan dari pemerintah berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) dirasa sangat vital.

Pada tahun ini saja, para pahlawan pangan di Kabupaten Ponorogo telah mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 239 unit mesin pertanian dari pemerintah.

Fasilitas modern ini diharapkan mampu menekan membengkaknya ongkos produksi dan membuat tahapan budidaya menjadi jauh lebih efisien.

Politikus dari Partai Gerindra ini menaruh optimisme tinggi bahwa laju sektor pertanian lokal akan terus melesat tajam.

Namun, syarat utamanya adalah ketersediaan sarana pendukung, kelancaran distribusi pasokan pupuk subsidi, serta harga jual panen yang berpihak pada rakyat kecil.

"Kalau sarana tersedia, pupuk mudah diperoleh, dan harga hasil panen stabil, kesejahteraan petani tentu akan ikut meningkat. Ini yang harus terus dijaga agar Ponorogo tetap menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur," tegasnya. (gen/par)

Editor : Mizan Ahsani
DPRD Ponorogo pertanian alsintan ponorogo