Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Ponorogo mulai berproses.
Pemkab Ponorogo memulai pekerjaan pematangan lahan seluas 5,7 hektare di kawasan selatan Sirkuit Jorang Gandul, Kadipaten, Kecamatan Babadan, sebagai tahap awal sebelum pembangunan gedung oleh pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, kontrak pekerjaan pematangan lahan telah berjalan.
Sementara itu, Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) masih menyelesaikan sinkronisasi detail engineering design (DED) serta finalisasi dokumen teknis pembangunan gedung.
"Kontraknya sudah mulai. Oktober-November nanti pembangunan gedung permanennya berjalan. Tinggal menunggu on dari Balai Besar KemenPU," kata Agus, Jumat (31/7).
Pemkab Ponorogo mengalokasikan anggaran Rp 2,8 miliar melalui APBD untuk pekerjaan pematangan lahan.
Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 45 hari sebagai persiapan sebelum konstruksi gedung dimulai oleh KemenPU.
"Pengurukan itu memang untuk kebutuhan pematangan lahan. Tugas pemkab sampai di situ, selanjutnya pembangunan gedung menjadi kewenangan KemenPU," jelasnya.
Sementara menunggu pembangunan gedung permanen, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat tetap berlangsung di lokasi rintisan di Kelurahan Tambakbayan.
Ratusan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari keluarga prasejahtera mengikuti pendidikan berasrama tanpa dipungut biaya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto