Jawa Pos Radar Madiun – Pengamanan kompleks Pendapa Kabupaten Ponorogo diperketat.
Pemkab Ponorogo membangun pos keamanan baru di sisi timur Pendapa sekaligus menggeser Pos 27 yang sebelumnya berada di samping Pringgitan, rumah dinas bupati.
Pos keamanan tersebut ditempatkan lebih dekat dengan akses masuk untuk menjadi titik pemeriksaan awal setiap tamu yang menuju Pringgitan.
Proyek itu dikucur anggaran Rp 181 juta dari APBD 2026 dengan masa pengerjaan 60 hari.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, posisi Pos 27 sebelumnya dinilai kurang strategis karena berada terlalu ke belakang dan jauh dari pintu masuk tamu.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kebingungan saat hendak berkunjung.
’’Setiap tamu yang datang kadang tidak tahu harus ke mana, kecuali bertanya. Kasihan masyarakat ketika mau datang dan bertemu, akhirnya bingung,’’ kata Bunda Rita, sapaan Lisdyarita, Jumat (4/9).
Setelah pos baru selesai, setiap tamu yang datang akan lebih dahulu melewati petugas keamanan.
Keperluan dan pihak yang hendak ditemui dapat diketahui sejak dari pintu masuk sehingga arus keluar-masuk lingkungan Pendapa lebih tertata.
Keberadaan Pos 27 yang baru juga diharapkan memudahkan pengawasan terhadap ojek online maupun petugas pengantar barang dan makanan. Termasuk masyarakat yang hanya memiliki keperluan mengantarkan surat.
’’Termasuk ojol (ojek online) atau pengantar makanan, atau sekadar surat menyurat lebih mudah nanti,’’ jelasnya.
Tak hanya memperkuat keamanan Pringgitan, pekerjaan tersebut juga mencakup pembuatan sumur resapan.
Fasilitas itu disiapkan untuk mengurangi potensi genangan di kawasan Pendapa saat hujan deras.
Menurut Lisdyarita, area tersebut sempat tergenang pada musim penghujan sebelumnya.
Sumur resapan akan dimaksimalkan sebagai tampungan sementara air hujan agar genangan tidak kembali muncul.
’’Jangan sampai di depan Pringgitan ada genangan ketika ada tamu dari kementerian atau tamu lainnya. Jadi kita bikin resapan,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto