Jawa Pos Radar Madiun – Jelang laga melawan Burnley FC malam nanti (6/11), Tactican Chelsea Thomas Tuchel dipusingkan dengan barisan depannya. Pasalnya, Romelu Lukaku masih dalam kondisi penyembuhan pascadidera cedera engkel. Kemudian, Timo Werner mengalami masalah hamstring.
Namun, Profesor –julukan Tuchel– tidak kehabisan akal. Tuchel coba menciptakan strategi tepat untuk mengantisipasi absennya para nomor sembilan. Pelatih asal Jerman itu mengubah fullback ataupun wingback yang dimiliki sebagai tukang gedor.
Pada empat matchweek terakhir, ada enam gol yang merupakan sumbangan para bek sayap. Bahkan, nyaris separo dari 14 gol yang tercipta pada empat matchweek tersebut merupakan kreasi para bek penyisir sisi kiri dan kanan Chelsea. Di antaranya, kapten Cesar Azpilicueta, Reece James, Ben Chilwell, dan Marcos Alonso.
Tren itu sepertinya bakal dilanjutkan Tuchel saat menjamu Burnley di Stamford Bridge pada matchweek kesebelas Premier League. ‘’Aku bangga dengan semuanya (yang memainkan peran tersebut). Chemistry yang terjalin bersama posisi tersebut sudah sangat padu,’’ papar Tuchel kepada Football London seperti dikutip dari JawaPos.com.
Rotasi dan utak-atik posisi fullback dan wingback ini bermuara pada dua hal dalam skema Tuchel. Menemukan solusi badai cedera dan tidak menggantungkan produktivitas kepada penyerang. ‘’Kami saat ini pede dengan psikis yang prima. Aku dan (Reece) James menikmatinya (peran baru dari Tuchel),’’ kata Chilwell kepada BBC. (io/c14/dra/her)
Editor : Hengky Ristanto