KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Forum besar digelar kelompok suporter Madiun Putra FC, Great Bull Boys (GBB) pada Rabu (25/10) malam lalu.
Sejumlah materi mereka bahas. Di antaranya, persiapan mengawal Madiun Putra di Liga 3 Jatim.
Di acara itu, dukungan untuk Madiun Putra (MPFC) menggema di kedai Soto Pahlawan. Lagu itu dinyanyikan oleh ratusan anggota kelompok suporter Great Bull Boys atau GBB.
Mereka berkumpul untuk menyuarakan pendapat sekaligus berkomitmen mengawal MPFC di Liga 3 Jatim musim ini.
Rizhal Putra Pratama, koordinator komunitas Madiun Football mengungkapkan, musim ini MPFC dikelola secara kerja sama operasional (KSO).
Antara suporter MPFC dengan salah satu sekolah sepak bola (SSB) asal Tulungagung.
Mulai dari aspek manajemen hingga masalah teknis. "Jadi, semua aspek manajerial dan teknis itu melibatkan teman-teman suporter, bukan pure dari investor," katanya.
Pertemuan para kelompok suporter MPFC malam itu sekaligus merupakan silaturahmi. Setelah mereka tidak pernah bertemu di tribun sejak 2019.
Pada saat itu menjadi musim terakhir MPFC ikut serta Liga 3 Jatim.
Rizal dkk mengaku sudah rindu melihat Blue Force -julukan MPFC- berlaga. Setelah keinginannya sempat terhalang pandemi Covid-19 dan batalnya liga digelar karena tragedi Kanjuruhan.
"Untuk musim ini semogalah kami diberikan kelancaran sampai akhir musim, teman-teman Madiun Putra siap mengawal sampai akhir," imbuhnya.
Demi keinginan itu terealisasi, mereka siap berkontribusi untuk klub. Mulai dari membantu pemenuhan gaji pemain dan pelatih hingga mendukung akomodasi skuad MPFC.
"Harapan GBB tidak banyak, untuk musim ini Madiun Putra cukup bisa main entah apapun prestasinya. Syukur bisa lolos grup atau bahkan (promosi) Liga 2," kata Rizal.
"Tapi, yang penting Madiun Putra bisa main dulu dan eksis pada musim ini," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal dkk berkomitmen untuk menjaga nama baik MPFC. Dengan tidak bertindak anarkis di dalam maupun luar stadion.
"Tadi di forum sudah dijelaskan untuk teman-teman jangan sampai mencederai nama Madiun Putra," sebutnya.
"Jangan sampai ada anarkisme lagi. Kami mengacu pada tragedi Kanjuruhan lalu sebagai pembelajaran penting," tegas Rizal. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani