Jawa Pos Radar Madiun - Voli menjanjikan cuan melimpah bagi pemain dengan performa menawan di lapangan.
Di liga voli profesional luar negeri, seorang pemain bisa mendapatkan bayaran hingga miliaran rupiah per musim.
Berikut 10 pemain voli putra dengan bayaran tertinggi di dunia versi Power Volleyball:
10. Ivan Zaytsev (Italia): USD 620.000
Ivan pernah mengantar timnas voli putra Italia merraih medali perunggu di Olimpiade London 2012. Selain itu, medali perak Piala Dunia 2015.
9. Maksim Mikhaylov (Rusia): USD 714.000
Maxim Mikhaylov merupakan bagian timnas voli putra Rusia yang meraih medali emas Olimpiade London 2012. Gaya permainanya menginspirasi banyak pemain voli di dunia.
8. Matt Anderson (USA): USD 850.000
Pada 2008, Matt mengantar timnas voli putra AS meraih emas Piala Pan Amerika. Selain itu, emas di Kejuaraan NORCECA 2013 dan 2017.
7. Gyorgy Grozer (Jerman): USD 870.000
Gyorgy Grozer saat ini bermain di liga voli Turki. Pemain jangkung ini memiliki banyak catatan rekor di voli. Penggemarnya memberikan julukan padanya “Manusia Es”.
6. Aleksandar Atanasijevic (Serbia): ISD 920.000
Atanasijevic telah mewakili Serbia di beberapa pertandingan internasional sepanjang karirnya.
5. Dmitriy Muserskiy (Ukraina): USD 950,000
Dmitriy Muserskiy mengantar timnas voli putra Ukraina meraih emas Piala Dunia 2011 dan perak kejuaraan yang sama 2013.
4. Robertlandy Simon (Kuba): USD 967.000
Saat ini Simon bermain di liga voli Italia. Usianya sudah 37 tahun. Namun, masih menjadi andalan timnas voli Kuba. Termasuk di VNL 2024.
3. Bartosz Kurek (Polandia): USD 1.100.000
Bartosz Kurek telah mengikuti tiga Olimpiade dan membawa negaranya memenangkan gelar juara dunia 2018 dan juara Eropa 2009.
2. Earvin N'Gapeth (Prancis): USD 1.350.000
N'Gapeth saat ini bermain di klub Modena, Italia. Dia menjadi bagian timnas voli putra Prancis yang meraih emas Olimpiade Tokyo 2020.
1. Wilfredo Leon (Polandia): USD 1.400.000
Wilfredo Leon tampaknya masih akan lama menjadi pemain voli putra dengan bayaran tertinggi di dunia karena usianya baru 30 tahun.
Jika dikurskan dalam rupiah -asumsi USD 1=Rp 16.000- dalam satu musim Leon menerima bayaran mencapai Rp 22,4 miliar.
Leon lahir di Kuba, tapi dibesarkan di Polandia. Setelah membela timnas voli putra Kuba selama beberapa tahun, Leon akhirnya memilih kewarganegaraan Polandia. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto