PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Persatuan Sepakbola Ponorogo (Persepon) masih memiliki pekerjaan rumah (PR) jelang gelaran Liga 4 Jatim.
Skuad asuhan coach Windu Wibowo masih harus membenahi sejumlah kekurangaan sebelum pelaksanaan Liga 4 Jatim pada awal tahun 2025.
PR itu terlihat dalamlaga persahabatan antara Persepon dengan Persatuan Sepakbola Trenggalek (Persiga) hari Rabu (25/12).
Klub sepakbola kebanggaan warga Ponorogo itu kalah 0-1. Padahal mereka berlaga di Stadion Batoro Katong, yang notabene menjadi kandangnya.
Usai pertandingan, pelatih Persepon Windu Wibowo mengungkapkan jika sejumlah evaluasi telah dicatat.
Overall kemistri pemain yang baru dipanggil sepekan terakhir itu telah terbangun. Namun, mereka canggung dan nervous saat merumput.
Hal itu terlihat dari kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan pemain saat mendapat bola. Pun, umpan antar pemain juga kurang akurat.
“Karena ini menjadi laga persahabatan perdana, kami rasa wajar kalau grogi,’’ kata Windu.
Ketajaman lini depan turut menjadi catatan khusus bagi Windu. Itu lantaran sejumlah peluang yang ada tak bisa dimaksimalkan menjadi sebiji gol pun.
Tak hanya itu, barisan pertahanan Persepon juga bakal dievaluasi. Gol semata wayang Persiga tercipta melalui serangan balik yang cepat.
"Rotasi skema menyerang dan bertahan ini yang menjadi evaluasi kami ke depan,’’ tegasnya.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang turut menyaksikan langsung laga persahabatan itu mengungkapkan, hasil pertandingan persahabatan harus jadi bahan evaluasi.
Menurutnya, Persepon yang mayoritas diisi pemain muda perlu menambah pengalaman dengan intens menggelar pertandingan uji coba.
Seluruh catatan jadi bagian kesiapan menghadapi Liga 4 Jatim di Stadion Batoro Katong awal Januari 2025.
"Kami cek kesiapan lapangan juga pemain Persepon seperti apa. Semoga lapangan mendukung, klub juga bisa tampil maksimal,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya