Jawa Pos Radar Madiun - Dunia voli Korea kembali dihebohkan oleh kontroversi yang melibatkan mantan pemain timnas, Cho Song Hwa.
Setelah sebelumnya tersandung masalah disiplin saat membela IBK Altos, kini ia kembali menjadi sorotan akibat pernyataan politik kontroversial di media sosial.
Pada Selasa 4 Februari 2025 lalu, Cho Song Hwa memposting kritik pedas terhadap pendukung pemakzulan Presiden Yoon Seok-yeol di akun pribadinya.
Dalam unggahannya, ia menyebut mereka sebagai "komunis" yang tidak memahami arti sebenarnya dari kediktatoran dan kebebasan.
Pernyataan tersebut segera menuai kecaman luas, tidak hanya dari publik tetapi juga dari komunitas voli Korea yang merasa citra olahraga mereka kembali tercoreng.
Jejak Kontroversi Cho Song-hwa
Ini bukan pertama kalinya Cho Song Hwa terlibat dalam skandal.
Pada November 2021, ia sempat mencuri perhatian setelah meninggalkan tim IBK Industrial Bank tanpa izin sebanyak dua kali, diduga karena konflik dengan pelatih Seo Nam Won.
Akibat tindakan indisipliner ini, kontraknya dengan klub dibatalkan, yang kemudian ia gugat melalui jalur hukum.
Namun, baik di pengadilan tingkat pertama maupun banding, gugatan Cho Song Hwa tidak diterima. Ia kehilangan kesempatan untuk kembali bermain di liga profesional.
Sejak saat itu, tidak ada klub yang tertarik merekrutnya, hingga akhirnya ia menghilang dari dunia voli kompetitif.
Kini, meskipun sudah bukan bagian dari liga, nama Cho Song Hwa tetap dikaitkan dengan voli Korea.
Terutama karena pernyataan-pernyataannya yang kembali menimbulkan perpecahan di komunitas olahraga.
Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi etika dalam dunia voli Korea.
Sebelumnya, dunia voli Korea sudah mengalami pukulan besar akibat kasus bullying yang melibatkan kembar Lee Jae Young dan Lee Da Young.
Skandal itu membuat keduanya diasingkan dari liga domestik.
Februari 2023, AI Peppers juga membatalkan kontrak Oh Ji Young, yang terbukti melakukan perundungan terhadap juniornya dan mendapatkan sanksi KOVO.
KOVO sendiri semakin memperketat regulasi terkait karakter pemain, termasuk menjalankan program edukasi etika bagi atlet muda agar kasus serupa tidak terulang
Sayangnya, meskipun Cho Song Hwa tidak lagi menjadi bagian dari liga, citra buruk yang ia bawa tetap berimbas pada dunia voli Korea secara keseluruhan.
Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa Cho Song Hwa memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat politiknya.
Namun, masalahnya bukan sekadar opini pribadi, melainkan cara ia menyampaikan pendapat yang dianggap menghina dan memecah belah.
Bukan hanya itu, banyak artikel yang membahas kontroversinya masih menampilkan foto dirinya dalam seragam IBK Altos.
Hal ini menimbulkan perdebatan baru di antara penggemar voli dengan pandangan politik berbeda, menciptakan "perang komentar" yang semakin memperburuk citra liga. (naz)
Editor : Mizan Ahsani