Jawa Pos Radar Madiun – Megawati Hangestri Pertiwi dan tim yang dibelanya Red Sparks kembali melakoni pertandingan babak reguler liga voli Korea Selatan 2024/2025.
Mengawali putaran keenam liga voli Korea Selatan (V League) pekan ini, Red Sparks kembali berhadapan dengan GS Caltex.
Megawati Hangestri lagi-lagi berduel dengan Gyselle Silva, pemain andalan GS Caltex pada laga V League hari Rabu 26 Februari 2025.
Pertandingan ke-31 babak reguler liga voli Korea Selatan tersebut digelar di Jangchung Arena, Seoul, Korsel.
Pada pertandingan sebelumnya, Red Sparks berhasil menang tiga set langsung. Mereka mengalahkan GS Caltex di Chungmu Gymnasium hari Sabtu 22 Februari 2025.
Waktu itu, Megawati Hangestri kehilangan rekan tandemnya Vanja Bukilic yang mengalami cedera pada set pertama.
Outside hitter tim berjuluk The Red Force itu digantikan pemain muda Jeon Da bin. Penampilan rookie yang baru lulus sekolah setingkat SMA itu cukup bagus.
Bocil Red Sparks itu sukses mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Vanja Bukilic. Red Spark menang dengan skor 25-23, 25-23 dan 25-12.
Laga putaran keenam V League ini menjadi pertandingan tim besutan pelatih Ko Hee jin itu tanpa diperkuat Bukilic.
Set pertama dibuka dengan poin bagi Red Sparks melalui srce ace kapten Yeum Hye seon, skor 0-1.
Megawati Hangestri menggandakan keunggulan The Red Force. Spikenya lolos dari hadakan pemblokiran lawan.
Spike petirnya kembali sukses melewati double block dua pemain GS Caltes yang merubah skor menjadi 1-4.
Para pemain tim tamu terus mendominasi jalannya pertandingan di awal set pertama. Mereka mampu unggul lima poin dari tuan rumah.
Red Sparks berhasil mempertahankan keunggulannya hingga technical time out pertama dengan skor 3-8.
Jeon Da bin menyumbang poin pertama melalui spike kerasnya yang membuat Red Sparks unggul 5-11.
Itu membuat Ko Hee jin tetawa puas. Sebaliknya, pelatih GS Caltex Lee young taik langsung meminta time out pertama.
Duet dadakan itu ternyata membuat serangan The Red Force efektif. Bocil Red Sparks yang jadi tandem Megawati Hangestri tak bisa diremehkan.
Sementara disisi sebaliknya, Gyselle Silva masih tetap menjadi pemain satu-satunya yang diharapkan menjadi pendulan poin terbanyak bagi timnya.
Pelatih Ko Hee jin melakukan time out pertama saat perolehan poin lawan mendekat 11-15. Itu lantaran sejumlah error yang dilakukan pemainnya.
Empat poin beruntun Gyeselle Silva akhirnya terhenti setelah ia melakukan serve error. Red Spark tetap memimpin perolehan poin saat technical time out kedua, skor 11-16.
Namun, para pemain tim tuan rumah terus memberikan perlawanan sengit. Mereka tak ingin malu di laga kandang itu.
Perlahan mereka mulai mengejar. Ko Hee jin kembali melakukan time out saat kedudukan 16-18.
Dua back attack Megawati Hangestri yang dilakukan beruntun sukses menambah keunggulan timnya hingga kembali unggul empat poin.
Giliran rekan duetnya, Jeon Dabin yang mencetak poin melewati hadangan pemblokiran dua pemain GS Caltex.
Duel laga putaran keenam liga voli Korea Selatan itu berjalan sengit. GS Caltex mencoba mematahkan dominasi tim tamu.
Gyselle Silva selalu memanfaatkan kunggulan tinggi badan dari jeon Da bin yang berusaha melakukan pemblokiran.
Pemain asal Kuba itu memang memiliki tinggi badan dan lompatan lebih tinggi dari bocil Red Sparks yang hanya memiliki tinggi badan 175 sentimeter.
Itu direspon Ko Hee jin yang menarik Jeon Da bin dan menggantikannya dengan Park Hye min.
Akhirnya spike petir Megawati Hangestri memungkasi perlawanan GS Caltex di set pertama. Red Sparks menang dengan skor 22-25. (sib)
Editor : Budhi Prasetya