MANCHESTER, Jawa Pos Radar Madiun – Derby Manchester edisi terbaru antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Minggu (6/4/2025), berakhir tanpa pemenang dan tanpa gol.
Namun yang paling disorot bukan sekadar hasil imbang, melainkan minimnya intensitas, kreativitas, dan atmosfer, membuat laga ini disebut oleh pengamat sebagai derby yang membosankan dan mirip laga persahabatan.
"Itu bukan Derby Manchester. Itu seperti testimonial untuk De Bruyne," sindir Gary Neville dari Sky Sports.
"Tidak ada energi, tidak ada semangat. Ini robotik dan sangat mengecewakan."
Babak Pertama yang Datar, Tempo Seperti Laga Pramusim
Sejak menit awal, laga berjalan dengan tempo lambat. City, meski mendominasi penguasaan bola, gagal menciptakan peluang berbahaya.
Tanpa Haaland, Rodri, dan Stones, tim Pep Guardiola terlihat kehilangan jati diri.
Di sisi lain, United tampil cukup disiplin dengan Casemiro dan Garnacho jadi sorotan positif.
"City bermain menyamping terus-menerus, United mencoba memberi tekanan tapi tidak punya penyelesaian," kata Melissa Reddy dari Sky Sports.
"Ini seperti pramusim, seperti tidak ada yang benar-benar menginginkan kemenangan," tambah Micah Richards.
Peluang Mulai Muncul di Babak Kedua, Tapi Tetap Tanpa Gol
Di babak kedua, laga sedikit membaik. Marmoush dua kali menguji Andre Onana dengan tendangan jarak jauh, sementara United mendapatkan peluang emas melalui Zirkzee dan Garnacho. Tembakan Garnacho bahkan membentur tiang gawang di menit ke-79.
Beberapa keputusan penting terjadi, seperti dua banding penalti untuk kedua tim yang tidak diberikan. Dias dianggap tidak handball, dan Casemiro dinilai menjatuhkan diri di kotak penalti.
"Keputusan wasit tepat. Tidak ada penalti," ujar Mike Dean yang bertugas sebagai analis Sky Sports.
Casemiro Tampil Luar Biasa, Tapi United Kurang Tajam
Salah satu pemain terbaik di laga ini adalah Casemiro, yang mencatat 11 tekel sukses, menunjukkan sisi agresif dan pengalaman yang masih bisa diandalkan United.
Namun, penyelesaian akhir dan kurangnya kreativitas tetap jadi masalah. Rasmus Hojlund bahkan hanya menyentuh bola 13 kali sepanjang pertandingan.
"United punya peluang, tapi tak cukup kualitas untuk menyelesaikannya. Namun Pep harus lebih khawatir dengan performa timnya," komentar Sam Blitz dari Sky Sports.
Keduanya Senang dengan Hasil? Kritik Keras dari Legenda
Atmosfer dingin saat peluit panjang membuat Gary Neville menyimpulkan bahwa kedua tim tampak puas dengan hasil 0-0.
"Ucapannya penuh selamat dan senyum. Padahal ini Derby Manchester! Seharusnya lebih banyak semangat, lebih banyak risiko," kritik Neville keras. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira