Jawa Pos Radar Madiun – Liga Champions UEFA selalu menghadirkan kisah dramatis.
Beberapa tim besar pernah mencatatkan comeback paling bersejarah di ajang ini, seperti Barcelona, Liverpool, hingga Manchester United.
Kini, saat leg pertama perempat final Liga Champions 2024/2025 telah rampung, publik bertanya-tanya: akankah terjadi keajaiban baru di leg kedua?
Kilasan Sejarah Comeback Terbesar di Liga Champions
Berikut daftar momen comeback legendaris yang hingga kini dikenang sebagai momen paling ikonik di Eropa:
1. Barcelona 6-1 PSG (Agregat 6-5, 2016/17)
Setelah kalah 0-4 di Paris, banyak yang mengira Barcelona habis. Tapi tiga gol di menit-menit akhir, termasuk gol penentu dari Sergi Roberto, mengukir comeback terbesar dalam sejarah UCL.
2. Liverpool 4-0 Barcelona (Agregat 4-3, 2018/19)
Tertinggal 0-3 di leg pertama, Liverpool tampil tanpa Salah dan Firmino. Namun dua gol Origi dan dua gol Wijnaldum di Anfield membalikkan segalanya. Gol Origi dari sepak pojok cepat Alexander-Arnold jadi ikon.
3. Roma 3-0 Barcelona (Agregat 4-4, lolos via gol tandang, 2017/18)
Sempat tertinggal 1-4 di Camp Nou, Roma membalikkan keadaan di Olimpico berkat gol Dzeko, De Rossi, dan Manolas. Peter Drury menyebutnya: “Manolas, Dewa Yunani di Roma.”
4. Deportivo 4-0 AC Milan (Agregat 5-4, 2003/04)
AC Milan sudah unggul 4-1, tapi Deportivo tampil menggila di leg kedua. Ini jadi salah satu comeback paling mengejutkan dalam sejarah.
Hasil Leg Pertama Perempat Final Liga Champions 2024/25
Berikut hasil lengkap leg pertama yang digelar 9–10 April 2025 dini hari WIB:
Rabu, 9 April
Arsenal 3-0 Real Madrid
Dua gol tendangan bebas Declan Rice dan satu gol Mikel Merino membuat The Gunners selangkah menuju semifinal.
Inter Milan 2-1 Bayern Muenchen
Gol telat Davide Frattesi pastikan kemenangan Nerazzurri meski agregat masih ketat.
Kamis, 10 April
Barcelona 4-0 Borussia Dortmund
Barca tampil gemilang lewat dua gol Lewandowski, serta gol dari Raphinha dan Lamine Yamal.
PSG 3-1 Aston Villa
Tertinggal lebih dulu, PSG membalikkan keadaan lewat Doue, Kvaratskhelia, dan Nuno Mendes.
Akankah Ada Comeback Lagi di Leg Kedua?
Beberapa tim menghadapi misi berat namun tidak mustahil:
1. Real Madrid (vs Arsenal)
Tertinggal 0-3, Los Blancos butuh keajaiban di Bernabeu. Tapi mereka pernah melakukannya, seperti saat membalikkan keadaan vs Wolfsburg pada 2016 (0-2 menjadi 3-2).
2. Bayern Muenchen (vs Inter Milan)
Kalah 1-2 di kandang, Bayern butuh dua gol tanpa balas di Giuseppe Meazza. Pengalaman dan lini depan mematikan jadi senjata utama.
3. Borussia Dortmund (vs Barcelona)
Mengejar defisit 4-0 jelas bukan perkara mudah. Tapi Barca pernah tersingkir saat unggul 3-0 atas Liverpool dan 4-1 atas Roma. Dortmund berharap tuah Signal Iduna Park.
4. Aston Villa (vs PSG)
Tertinggal 1-3, Villa butuh menang dua gol tanpa balas. Di Villa Park, tim asuhan Unai Emery masih punya peluang meski lawannya sangat tangguh.
Mungkinkah Sejarah Terulang?
Liga Champions bukan sekadar soal taktik dan skill, tapi juga semangat dan keajaiban.
Sejarah telah mencatat bahwa defisit besar bukan akhir segalanya. Leg kedua pada 16–17 April 2025 berpotensi melahirkan comeback baru yang akan dikenang sepanjang masa. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira