SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Surabaya Samator mengambil langkah berbeda jelang babak final four Proliga 2025.
Klub voli tersukses di Indonesia itu memutuskan tidak akan menambah pemain asing baru, bahkan setelah kepergian Yaisel Leonardo Romero Punales.
Samator akan tetap mengandalkan satu setter asal Kuba, Lyvan Taboada Diaz, sebagai satu-satunya pemain asing.
Keputusan itu menegaskan komitmen Samator dalam pembinaan atlet muda lokal. Bahkan, Luvi Febrian Nugraha yang baru bergabung pekan lalu diyakini menjadi satu-satunya rekrutan menjelang final four.
Artinya, Samator akan mengarungi babak krusial dengan kekuatan yang sudah ada.
“Cukup dengan yang sudah ada. Kami komitmen pada pembinaan atlet, memaksimalkan atlet binaan sendiri, jadi biar mereka berproses lebih baik lagi,” kata manajer tim Samator Hadi Sampurno kepada Jawa Pos.
Lepas Pemain Timnas, Samator Orbitkan Talenta Muda
Musim ini, Samator tidak lagi diperkuat oleh pemain berlabel timnas seperti Rivan Nurmulki maupun Agil Angga Anggara.
Sebagai gantinya, mereka mempercayakan lapangan pada pemain binaan usia muda, seperti Rama Fazza Fauzan (22 tahun), I Ketut Yudi Aditya (18 tahun), dan Tedy Oka Syahputra (24 tahun).
Rekrutan muda lain seperti Hayun Muhammad dan Luvi Febrian Nugraha yang masing-masing masih berusia 23 dan 21 tahun juga mempertegas komitmen tersebut.
Secara statistik, hanya ada tiga pemain dalam skuad Samator yang lahir sebelum tahun 2000: Hendrik Agel, Januar Sandro, dan Lyvan Taboada Diaz.
Hasil Positif dan Misi Final Four
Meski tanpa nama-nama besar, Samator mampu finis di posisi ketiga klasemen akhir babak reguler Proliga 2025.
Mereka bahkan mengungguli Palembang Bank SumselBabel, tim yang lebih dijagokan.
Perjalanan berlanjut ke babak final four yang akan digelar pada 17–20 April 2025 di GOR Jayabaya, Kediri. Hadi menyebut bahwa target utama Samator bukan hanya hasil, tapi juga menempa mental juara pemain muda mereka.
“Kami ingin memberikan pengalaman bermain di event besar sekaligus menempa mental tanding dan mental juara,” pungkas Hadi. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira