Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bapak Pencak Silat Dunia Meninggal, Presiden Prabowo Melayat, Ini Warisan Besarnya

Ockta Prana Lagawira • Selasa, 13 Mei 2025 | 23:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyalami keluarga almarhum Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya, saat melayat di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa.
Presiden Prabowo Subianto menyalami keluarga almarhum Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya, saat melayat di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa.

Jawa Pos Radar Madiun – Dunia olahraga Indonesia tengah berduka. Tokoh nasional sekaligus "Bapak Pencak Silat Dunia", Mayjen TNI (Purn) Dr. (HC) H. Eddie Marzuki Nalapraya, meninggal dunia pada usia 93 tahun.

Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Selasa (14/5), pukul 09.50 WIB.

Jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Presiden Prabowo Melayat, Dunia Silat Berduka

Presiden RI Prabowo Subianto turut hadir melayat ke tempat persemayaman di TMII.

Ia datang mengenakan pakaian safari dan kopiah hitam, disambut oleh keluarga besar almarhum dan sejumlah menteri kabinet.

Diketahui, Prabowo pernah menggantikan Eddie Marzuki sebagai Ketua Umum IPSI.

Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menpora Dito Ariotedjo juga tampak hadir, menunjukkan betapa besar pengaruh Eddie dalam dunia olahraga dan bela diri Indonesia.

Foto dokumentasi Eddie Marzuki Nalapraya (kanan) saat berjumpa dengan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.
Foto dokumentasi Eddie Marzuki Nalapraya (kanan) saat berjumpa dengan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

Jejak Juang Eddie Marzuki: Dari Pejuang Hingga Tokoh Dunia

Lahir di Tanjung Priok pada 6 Juni 1931, Eddie telah mengabdikan diri sejak masa muda.

Ia ikut serta mempertahankan kemerdekaan saat Agresi Militer Belanda tahun 1947.

Dari pengalaman itu, cintanya terhadap pencak silat tumbuh dan berkembang menjadi komitmen seumur hidup.

Sebagai Ketua Umum PB IPSI dari 1981 hingga 2003, Eddie membawa pencak silat ke level internasional.

Salah satu pencapaiannya adalah pendirian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) pada 1980, yang menyatukan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Pencak silat pun resmi masuk SEA Games pada 1987 berkat upaya diplomasi dan konsistensinya.

Ia juga menggagas kejuaraan pencak silat di Eropa pada 2008 yang membuatnya dijuluki “Bapak Pencak Silat Eropa” oleh komunitas di Swiss.

Warisan Besar: Dari SEA Games Hingga UNESCO

Pada 2019, dunia mengakui pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Eddie menjadi pembina utama Tim Pencak Silat Road to UNESCO and Olympic (2014–2019), yang mendorong pencak silat diakui dunia.

Sebagai penghargaan atas dedikasinya, Eddie Marzuki menerima KONI Lifetime Achievement Award dan berbagai penghargaan internasional lain selama masa hidupnya. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Tokoh Olahraga #pencak silat #Eddie Marzuki Nalapraya meninggal dunia #dunia #unesco #prabowo subianto #bapak pencak silat dunia