Jawa Pos Radar Madiun - Nama Eveline Sanita Injaya mendadak menjadi buah bibir setelah mengumumkan mundur dari jabatan Presiden Direktur PSBS Biak.
Padahal, di bawah kepemimpinannya, PSBS Biak sukses menorehkan sejarah dengan menembus Liga 1 musim 2024–2025.
Disebut oleh banyak pendukung sebagai Ibu Bos, Eveline dikenal sebagai figur pemimpin yang tegas, terbuka, dan punya visi besar memajukan sepak bola Papua.
Namun, sayangnya, konflik internal yang berkepanjangan membuatnya memilih mundur dari jabatan prestisius tersebut.
Karier Eveline Sanita Injaya di PSBS Biak
Eveline mulai menjabat sebagai Presiden Direktur PSBS Biak sejak pertengahan musim Liga 1 2024–2025.
Dalam waktu singkat, dia mampu membangun atmosfer positif di dalam klub dan mendapatkan dukungan kuat dari suporter.
Di bawah kendalinya, PSBS Biak naik peringkat dan bahkan sempat berada di posisi ke-7 klasemen sementara BRI Liga 1. Pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya.
Konflik Internal Jadi Alasan Mundur
Dihimpun dari berbagai sumber, Eveline mengaku sudah tidak lagi nyaman menjalankan peran sebagai Presiden Direktur karena kisruh internal manajemen.
Tidak hanya persoalan struktur manajemen, Eveline juga mengungkap adanya masalah finansial serius.
Termasuk penghentian dana operasional selama tiga bulan dari pemegang saham mayoritas.
Akibatnya, terjadi tunggakan gaji pemain dan utang kepada vendor.
Meski mundur, Eveline meninggalkan kesan yang kuat di mata publik dan fans PSBS Biak.
Di kolom komentar Instagram miliknya, banyak pendukung yang menyayangkan kepergiannya dan berharap tetap memimpin klub.
Bahkan, para fans kerap memanggilnya 'Ibu Bos' sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya selama ini.
Kehidupan Pribadi Eveline Sanita Injaya
Editor : Andi Chorniawan