Jawa Pos Radar Madiun - Kapten timnas Korea Selatan dan bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, menjadi korban dugaan pemerasan.
Kasus ini mencuat setelah seorang wanita mengaku tengah hamil anak Son dan menuntut uang agar tetap diam.
Melansir laporan dari Yonhap News, kantor Polisi Gangnam di Seoul telah menahan dua orang yang terlibat, yakni seorang wanita berusia 20-an dan pria berusia 40-an.
Keduanya diduga terlibat dalam upaya pemerasan terhadap Son.
Kronologi Dugaan Pemerasan Son Heung-min
Kejadian ini bermula tahun lalu saat wanita tersebut mendekati Son dengan mengklaim tengah mengandung anaknya.
Ia lalu meminta sejumlah uang dengan ancaman akan menyebarkan informasi ke publik.
Upaya pemerasan ini berlanjut pada Maret 2025, saat seorang pria mencoba menindaklanjuti permintaan tersebut untuk memperoleh uang secara paksa.
Agensi resmi Son, Son & Football Limited, langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
Mereka menegaskan bahwa sang pemain merupakan korban yang jelas dalam kasus ini dan tidak melakukan kesalahan apa pun.
Pernyataan Resmi Agensi Son Heung-min
Dalam pernyataan resmi, agensi menyatakan:
“Son & Football Limited telah mengajukan tuntutan pidana atas pemerasan terhadap individu yang mengancam pemain tersebut dengan menyebarkan informasi palsu."
Agensi juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum tegas terhadap siapa pun yang melakukan pemerasan, intimidasi, atau penyebaran informasi tidak benar terhadap pemain mereka.
Fokus ke Final Liga Europa
Meskipun tengah menghadapi tekanan di luar lapangan, Son Heung-min tetap fokus membela Tottenham Hotspur dalam laga final Liga Europa kontra Manchester United yang akan digelar di Bilbao, Rabu malam waktu setempat.
Son, yang telah mencetak 173 gol dari 451 pertandingan sejak bergabung dengan Spurs dari Bayer Leverkusen pada 2015, tetap menunjukkan profesionalisme meski tengah diterpa isu pribadi. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira