Jawa Pos Radar Madiun - Legenda tinju dunia asal Filipina, Manny Pacquiao, dikabarkan akan kembali naik ring menghadapi juara kelas welter WBC Mario Barrios pada Juli 2025.
Pertarungan ini akan menjadi bagian dari musim panas tinju dunia dan kemungkinan digelar di Nevada, Amerika Serikat.
Presiden World Boxing Council (WBC), Mauricio Sulaiman, mengonfirmasi bahwa Pacquiao, meski telah berusia 46 tahun, tetap memenuhi syarat bertarung berdasarkan regulasi WBC.
Ia dinilai lolos tes medis dan telah mendapatkan lisensi resmi untuk bertanding.
"Manny menelepon saya dan mengatakan bahwa ia ingin pensiun sebagai Juara WBC. WBC adalah gelar pertamanya di kelas terbang dan ia ingin mengakhirinya di tempat yang sama," ujar Sulaiman, dikutip dari pernyataan resmi.
Pacquiao Ingin Pensiun Sebagai Juara Dunia
Pertarungan ini akan menjadi comeback pertama Pacquiao sejak kekalahan terakhirnya dari Yordenis Ugas pada 2021.
Dalam kariernya, Pacquiao telah mencatatkan rekor luar biasa: 62 kemenangan, 8 kekalahan, 2 imbang, dan 39 KO.
Dengan status sebagai juara dunia delapan divisi, Pacquiao menyimpan ambisi untuk menutup kariernya dengan penuh kehormatan.
WBC memberikan restu untuk laga ini sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan legendaris Pacman.
Mario Barrios Siap Hadapi Tantangan Terbesar
Di sisi lain, Mario Barrios (29-2-1, 18 KO) adalah juara bertahan kelas welter WBC setelah promosi dari sabuk interim, usai Terence Crawford naik kelas. Petinju asal Texas ini terakhir tampil November lalu dan menang angka atas Abel Ramos.
Barrios, yang berjuluk El Azteca, memang tengah mencari pertarungan besar sebagai pembuktian.
Duel melawan nama besar seperti Pacquiao tentu menjadi kesempatan emas, baik dari sisi sportivitas maupun nilai komersial.
Kritik dan Kekhawatiran dari Dunia Tinju
Meski duel ini mengundang antusiasme, sejumlah legenda tinju juga mengungkapkan kekhawatiran. Salah satunya adalah Amir Khan, yang menilai usia Pacquiao menjadi faktor risiko utama.
“Saya tidak tahu seberapa besar kemampuan Manny yang masih tersisa. Jika mereka bertemu di puncak karier, saya akan menjagokan Manny. Tapi sekarang? Ini bisa sangat berbahaya,” ujar Khan.
Meski begitu, ia mengakui bahwa bagi Barrios, ini adalah peluang emas untuk mendapatkan bayaran besar dan pengakuan global. “Setiap petinju ingin bertarung melawan legenda, dan itu akan menjadi pertarungan besar untuk Mario,” tambahnya.
Duel Sejarah atau Risiko yang Terlalu Besar?
WBC menyebut duel ini sebagai bagian dari "pembelaan gelar sukarela" yang sah.
Pacquiao memang tak masuk daftar peringkat saat ini, namun statusnya sebagai legenda memungkinkan pengecualian.
Sulaiman membandingkan Pacquiao dengan sosok seperti Bernard Hopkins dan George Foreman, yang mampu tampil kompetitif di usia lebih dari 40 tahun. “Ini akan menjadi pertarungan hebat antara dua generasi,” kata Sulaiman. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira