OKLAHOMA CITY, Jawa Pos Radar Madiun – Oklahoma City Thunder (OKC) menunjukkan mental juara mereka di momen krusial NBA Playoff 2025.
Tertinggal lebih dulu di Game 3, OKC bangkit luar biasa di Game 4 Final Wilayah Barat dan menundukkan Minnesota Timberwolves 128-126 dalam laga yang dramatis, Senin malam (26/5).
Kemenangan ini membuat OKC unggul 3-1 dalam seri best-of-seven dan hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke Final NBA.
Sang MVP NBA 2025, Shai Gilgeous-Alexander, menjadi aktor utama kemenangan Thunder.
Ia tampil nyaris sempurna dengan mencetak 40 poin, 10 rebound, dan 9 assist, hanya satu assist lagi dari triple-double.
Aksi penentu datang di detik-detik terakhir, saat ia berhasil memasukkan dua free throw krusial dengan enam detik tersisa.
“Saya cuma ingin bermain kompetitif dan menyerang. Fokus ke permainan, bukan statistik,” ujar Shai seusai pertandingan.
Jalen Williams tampil menggila dengan 34 poin, termasuk 6 tembakan tiga angka dari 9 percobaan.
Sementara Chet Holmgren yang bermain di kampung halamannya, turut menyumbang 21 poin, 7 rebound, dan 3 blok.
Dominasi Thunder terlihat sejak kuarter pertama, di mana mereka berhasil mencetak 11 dari 17 tembakan awal dan mengontrol offensive rebound.
Baca Juga: Kata-kata Xabi Alonso Resmi Latih Real Madrid: Madridisme Merindukan Semangat Baru
Meski Timberwolves mencoba bangkit lewat bangku cadangan, Thunder tetap memimpin hampir sepanjang laga—hanya tertinggal 36 detik di awal laga.
Minnesota sebetulnya mendapat energi dari bangku cadangan lewat Nickeil Alexander-Walker (23 poin) dan Donte DiVincenzo (21 poin).
Namun, Anthony Edwards hanya mencetak 16 poin karena dijaga ketat oleh Luguentz Dort dari OKC.
“Mereka lebih agresif dan ingin menang lebih dari kami,” aku Edwards usai pertandingan.
Dengan keunggulan 3-1, Thunder akan menjamu Timberwolves di Game 5 di Paycom Center, markas mereka yang musim ini mencatat rekor kandang impresif: 7 kemenangan dan hanya 1 kekalahan selama playoff.
Pelatih OKC, Mark Daigneault, menyoroti kerja sama tim dan ketenangan para pemainnya dalam menanggapi tekanan.
“Ini soal mentalitas tim. Mereka menembak luar biasa, tapi kami tetap tenang dan menjawab,” jelasnya. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira