Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gara-Gara Flare, Persebaya Kena Denda Rp 200 Juta! Netizen Geram, Bandingkan dengan Kasus Bus Persik Dilempari Batu

Latiful Habibi • Sabtu, 31 Mei 2025 | 04:18 WIB
Aksi Bonek menyalakan flare di laga Persebaya vs Bali United di Liga 1 berujung denda dari Komdis PSSI.
Aksi Bonek menyalakan flare di laga Persebaya vs Bali United di Liga 1 berujung denda dari Komdis PSSI.

Jawa Pos Radar Madiun – Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan denda sebesar Rp 200 juta kepada Persebaya Surabaya akibat penyalaan flare secara masif oleh suporter dalam laga melawan Bali United pada pekan ke-34 Liga 1, Jumat (23/5) di Stadion Gelora Bung Tomo.

Hukuman ini diumumkan melalui akun Instagram resmi klub, @officialpersebaya, Jumat (30/5) malam.

“Komite Disiplin PSSI menjatuhkan denda Rp 200 juta karena penyalaan flare dalam matchday 34 melawan Bali United,” tulis manajemen Persebaya.

Dari unggahan tersebut, turut dilampirkan surat resmi dari Komite Disiplin yang menyebut bahwa pelanggaran terjadi karena penonton Persebaya menyalakan flare dalam jumlah banyak hingga menyebabkan pertandingan terhenti saat injury time.

Merujuk pasal 70 ayat 1, ayat 2, dan lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI 2023, sanksi finansial sebesar Rp 200 juta dijatuhkan.

Komdis juga menegaskan, jika pelanggaran serupa terulang, maka sanksi yang lebih berat akan diberikan.

Meski klub diberi hak untuk mengajukan banding sesuai pasal 119, namun Persebaya belum menyatakan sikap terkait hal itu.

Netizen Bandingkan dengan Insiden Bus Persik Dilempari Baru

Unggahan tersebut sontak dibanjiri komentar ribuan netizen.

Mayoritas mempertanyakan keadilan dan konsistensi Komdis PSSI dalam menjatuhkan hukuman antar klub.

Banyak yang membandingkan kasus flare ini dengan insiden penyerangan bus Persik Kediri oleh oknum suporter Arema FC yang hanya dihukum pertandingan tanpa penonton satu kali dan denda Rp 20 juta.

Padahal, insiden penyerangan bus tersebut mengakibatkan kerusakan inventaris, korban luka, dan kerugian material.

Sebaliknya, penyalaan flare oleh Bonek di pertandingan melawan Bali United tidak menyebabkan kerusakan fisik, hanya menghentikan laga sementara.

Komentar bernada sindiran pun bermunculan.

Akun @info_bonek_indonesia menulis, “Kandani mbalangi bis pemain rival ae enak mek 20 juta dan tanpa penontobn 1x” (dikasih tahu, melempari bus pemain rival saja lebih enak, cuma 20 juta dan tanpa penonton 1x). Akun lain, @feryantny menyindir, “flare 200juta, watu (batu) 20 juta.”

Tidak sedikit yang menilai Komite Disiplin PSSI cenderung inkonsisten dalam memberikan hukuman.

Apalagi, suporter Persebaya termasuk yang kerap mendapat sanksi meskipun pelanggaran tidak menimbulkan kerusakan fisik berat.

Sampai saat ini, PSSI belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait perbedaan sanksi tersebut.

Sementara itu, Persebaya masih mempertimbangkan apakah akan mengajukan banding atau menerima keputusan Komdis. (tif)

Editor : Mizan Ahsani
#bonek #Malang #Bus persik dilempari batu #flare #Persebaya Surabaya #denda #sanksi #bali united #komdis pssi #Persebaya