MUNCHEN, Jawa Pos Radar Madiun – Final Liga Champions UEFA 2025 akan mempertemukan dua raksasa Eropa: Paris Saint-Germain (PSG) kontra Inter Milan.
Duel bergengsi ini akan berlangsung di Allianz Arena, Munchen, pada Minggu (1/6/2025) pukul 02.00 WIB, disiarkan langsung di SCTV dan Vidio.
Laga ini diprediksi bakal menyedot jutaan mata penonton dari seluruh dunia.
Sebab, bagi PSG, ini menjadi kesempatan langka untuk menghapus kutukan panjang tanpa trofi Liga Champions.
Sementara Inter Milan mengincar gelar keempat mereka sekaligus membalas kekalahan di final 2023 lalu.
PSG Buru Trofi Pertama, Enrique Andalkan Mentalitas Tim
Dibawah asuhan Luis Enrique, PSG datang ke Munchen dengan rasa percaya diri tinggi.
Klub asal Paris itu baru saja merengkuh gelar Ligue 1 dan Coupe de France, serta sukses menyingkirkan trio Inggris: Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal di fase gugur.
“Kami tumbuh banyak musim ini, dan para pemain makin matang,” kata Enrique dalam konferensi pers menjelang final.
Ia menegaskan bahwa Inter bukan lawan mudah, terlebih tim asal Italia tersebut dikenal sangat tangguh dalam penguasaan bola mati dan punya pertahanan solid.
Final ini menjadi kesempatan kedua bagi PSG setelah kegagalan mereka pada 2020 di Lisbon, ketika kalah 0-1 dari Bayern Munchen.
Inter Milan Berbekal Sejarah dan Misi Balas Dendam
Di sisi lain, Inter Milan mengusung warisan megah di pentas Eropa. Mereka tiga kali juara Liga Champions, terakhir kali saat ditangani Jose Mourinho pada 2010.
Musim lalu, mereka nyaris juara sebelum dikalahkan Manchester City di final Istanbul.
Kini di bawah komando Simone Inzaghi, Nerazzurri kembali ke partai puncak hanya dalam dua musim.
Perjalanan mereka ke final tidak kalah spektakuler: menyingkirkan Bayern Munchen, Barcelona, dan Feyenoord secara gemilang.
“Kami memainkan empat laga luar biasa melawan dua klub kelas dunia. Ini prestasi besar yang patut dibanggakan,” ujar Inzaghi kepada media.
Lautaro Martinez menjadi andalan Inter dengan torehan sembilan gol sejauh ini, menyamai rekor legenda Hernan Crespo.
Kemenangan akan menempatkan nama Inter di daftar elite Eropa yang meraih empat trofi Liga Champions.
Wasit, Statistik, dan Fakta Menarik Final
Partai final ini akan dipimpin oleh wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, dengan bantuan VAR dari Dennis Johan Higler (Belanda).
Dari segi statistik, Inter unggul head-to-head atas klub Prancis dengan 12 kemenangan, delapan imbang, dan tujuh kali kalah.
Sementara PSG tercatat masih kesulitan saat menghadapi wakil Italia.
Menariknya, semua laga final Eropa yang digelar di Munchen sebelumnya selalu melahirkan juara baru — termasuk saat Chelsea juara pada 2012.
Apakah sejarah akan terulang untuk PSG, atau Inter justru memperpanjang dominasinya atas klub Prancis?
Susunan Pemain
PSG: Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Kvaratskhelia, Dembele, Barcola.
Inter: Sommer; Pavard, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Lautaro Martinez, Thuram
Editor : Ockta Prana Lagawira