Jawa Pos Radar Madiun – Klub raksasa La Liga, Barcelona, kembali berada di bawah pengawasan ketat UEFA menyusul dugaan pelanggaran finansial.
Seperti dilaporkan oleh The Times edisi Rabu, badan sepak bola Eropa tersebut telah menyelesaikan audit keuangan terhadap klub yang berbasis di Camp Nou.
Hasilnya memunculkan kekhawatiran serius yang bisa berujung pada sanksi berat.
Sebelumnya, pada kasus serupa, Barcelona telah dijatuhi denda sebesar €500.000 atas penyimpangan keuangan.
Namun kini, sanksi lanjutan mengintai, mulai dari pengurangan jumlah pemain yang boleh didaftarkan ke Liga Champions, hingga pemotongan poin dalam kompetisi.
Audit keuangan UEFA dilakukan setiap dua tahun melalui Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB).
Dalam audit terbaru ini, CFCB menemukan adanya perbedaan pendapat mengenai jenis pendapatan yang dilaporkan oleh klub.
Inti masalahnya adalah pada bagaimana Barcelona mencatat pemasukan yang mereka klaim sebagai dasar untuk mendatangkan pemain seperti Raphinha dan Robert Lewandowski.
Menurut laporan tersebut, La Liga menganggap pendapatan tersebut sebagai pendapatan biasa yang dapat digunakan sebagai landasan penguatan tim.
Namun, UEFA menilai pendapatan tersebut bersifat luar biasa dan tidak bisa digunakan sebagai jaminan untuk belanja pemain besar. Hal inilah yang memicu potensi pelanggaran aturan finansial.
Barcelona sendiri telah mengetahui kemungkinan dijatuhi sanksi dan menyadari bahwa tindak lanjut UEFA bisa lebih keras kali ini.
Meskipun klub belum menerima pemberitahuan resmi, indikasi sanksi sudah sangat jelas.
Bahkan, CFCB dalam putusan sebelumnya telah menyatakan secara eksplisit bahwa jika pelanggaran serupa terjadi kembali di musim pemantauan 2023-24, maka konsekuensinya akan jauh lebih berat.
“CFCB menekankan bahwa pelanggaran serupa yang dilakukan klub dalam proses pemantauan untuk musim 2023-24 akan dianggap sebagai pelanggaran berulang, dan tindakan disiplin yang lebih berat akan dijatuhkan kepada FC Barcelona,” demikian isi putusan resmi yang dikutip dari Court of Arbitration for Sport (CAS).
Kondisi ini menambah beban berat Barcelona di tengah upaya mereka merestrukturisasi keuangan klub pasca era Josep Maria Bartomeu.
Dengan ambisi kembali bersaing di pentas Eropa, terutama di Liga Champions, Barcelona harus berhati-hati dalam setiap langkah bisnis mereka.
Apabila UEFA benar-benar menjatuhkan sanksi, maka bukan hanya reputasi yang dipertaruhkan, tetapi juga peluang sportif Blaugrana untuk bersaing di kompetisi elite benua biru. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira