Jawa Pos Radar Madiun – Jelang duel panas final UEFA Nations League 2025 antara Portugal dan Spanyol, megabintang Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan kelasnya.
Namun kali ini bukan lewat aksi di lapangan, melainkan pujian tulus untuk wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.
Remaja 17 tahun itu jadi pembicaraan utama usai mencetak dua gol saat Spanyol menang dramatis 5-4 atas Prancis di semifinal.
Kini, ia akan bertemu sang legenda hidup, Ronaldo, dalam partai puncak yang digelar Senin (9/6) dini hari WIB.
Ronaldo: Jangan Tekan Lamine, Biarkan Ia Tumbuh
Dalam sesi wawancara Ronaldo menyoroti pentingnya menjaga perkembangan alami pemain muda seperti Lamine.
"Lamine Yamal bermain sangat baik, memanfaatkan bakatnya. Biarkan anak itu tumbuh," ujar kapten Timnas Portugal itu.
“Jangan terlalu menekannya. Biarkan dia berkembang dengan baik, hilangkan tekanan. Dia punya banyak bakat,” imbuhnya.
Ini bukan kali pertama Ronaldo melontarkan pujian untuk Yamal.
Sebelumnya, ia bahkan menyebut pemain muda Barcelona itu sebagai salah satu calon kuat peraih Ballon d'Or masa depan.
Performa Sensasional Yamal di UEFA Nations League
Lamine Yamal memang sedang dalam performa luar biasa. Dua gol ke gawang Prancis membuatnya bukan hanya mencetak brace pada semifinal, tapi juga mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda di sejarah semifinal UEFA Nations League.
Penampilannya yang penuh keberanian, dribel tajam, dan visi permainan tajam membuat pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, tak ragu menjadikannya starter di laga puncak kontra Portugal.
Final Impian: Ronaldo vs Yamal
Final UEFA Nations League 2025 akan menjadi panggung bagi dua generasi: Cristiano Ronaldo yang berusia 40 tahun dan telah mencetak gol kemenangan saat Portugal menyingkirkan Jerman 2-1, melawan Lamine Yamal, pemain 17 tahun yang sedang naik daun.
Jika Yamal kembali mencetak gol dan membantu Spanyol mengangkat trofi Nations League, peluangnya masuk nominasi Ballon d’Or 2025 akan semakin terbuka lebar. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira