Jawa Pos Radar Madiun – Lamine Yamal resmi menjadi pemilik baru nomor punggung 10 Barcelona, menggantikan Ansu Fati dan melanjutkan jejak Lionel Messi, sang legenda Camp Nou.
Pengumuman ini dikonfirmasi langsung oleh klub Catalan pada Rabu (17/7), bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-18 Yamal dan kontrak barunya yang berlaku hingga 2031.
Nomor punggung 10 adalah simbol kejayaan di Barcelona. Lionel Messi mengenakannya sejak 2008 hingga hengkang ke Paris Saint-Germain pada 2021, mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Barca dengan 672 gol, serta mempersembahkan 10 gelar LaLiga dan 4 trofi Liga Champions.
"Waktu kecil dulu, impian saya adalah debut untuk Barca, tumbuh besar, dan bermain dengan pemain nomor 10," ujar Yamal.
"Messi telah meraih kesuksesannya, dan saya akan meraih kesuksesan saya."
Yamal: Dari Nomor 41 ke 10
Sejak debutnya musim 2022–2023 dengan nomor punggung 41, Yamal perlahan menanjak.
Ia berganti ke nomor 27, lalu 19 pada musim lalu—nomor yang pernah dikenakan Messi sebelum akhirnya memakai nomor 10.
Kini, Yamal menjadi pemain keempat yang memakai nomor ikonik ini, setelah Messi, Ansu Fati, dan legenda-legenda seperti Ronaldinho, Rivaldo, Romario, hingga Diego Maradona.
Yamal juga sempat mengunggah foto Messi, Ronaldinho, dan Maradona dengan jersey nomor 10 Barça, seolah memberi isyarat tentang perubahan ini.
Statistik dan Prestasi Yamal
Remaja ajaib Spanyol itu telah tampil 106 kali untuk Barcelona dan mencetak 25 gol, serta mempersembahkan 2 gelar LaLiga, 1 Copa del Rey, dan 1 Piala Super Spanyol. Ia juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan Spanyol meraih gelar UEFA Euro U-17.
"Saya belum memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia," kata Yamal. "Itulah tujuan saya sekarang."
Di Balik Kontroversi, Yamal Tetap Fokus
Di tengah kabar bahagia ini, Yamal menghadapi penyelidikan dari pemerintah Spanyol terkait dugaan pelanggaran undang-undang disabilitas dalam pesta ulang tahunnya ke-18.
Laporan menyebutkan adanya dugaan penggunaan individu dengan dwarfisme sebagai penghibur.
Namun, Yamal memilih untuk tidak membahas kontroversi tersebut secara rinci.
"Saya bekerja untuk Barca, tapi saat jauh dari pusat latihan, saya menikmati hidup saya. Saya acuh tak acuh terhadap kritik dan pujian, kecuali dari keluarga atau orang-orang terdekat saya," ujarnya. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira