Jawa Pos Radar Madiun – Kejutan terjadi di laga pembuka BRI Super League 2025/26. Persebaya Surabaya dipermalukan tamunya, PSIM Jogja, dengan skor tipis 0-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8).
Gol kemenangan tim promosi asal Yogyakarta itu dicetak oleh Ezequiel Vidal di menit ke-90+1.
Hasil tersebut langsung menempatkan Persebaya di papan bawah klasemen sementara dan menjadi awal yang buruk bagi pelatih baru Eduardo Perez.
Debutnya bersama Bajol Ijo gagal menghasilkan poin, sekaligus menodai harapan suporter yang sempat tinggi usai dua kemenangan di laga pramusim.
Secara permainan, Persebaya terlihat kesulitan membongkar pertahanan PSIM sejak awal pertandingan.
Bahkan, di babak pertama, Bruno Moreira dkk kalah dalam penguasaan bola.
Meski secara jumlah serangan lebih unggul, efektivitas penyelesaian masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Masuk babak kedua, Eduardo Perez mencoba melakukan perubahan taktik untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.
Justru menjelang akhir pertandingan, gawang Persebaya dibuat kerepotan oleh serangan-serangan cepat PSIM.
Puncaknya terjadi di awal masa injury time.
Ezequiel Vidal yang datang dari lini kedua berhasil menyambut umpan silang dan menyundul bola masuk ke gawang Ernando Ari.
Skor berubah menjadi 0-1, dan waktu tersisa tak cukup bagi Persebaya untuk membalas.
Hasil ini jelas mengecewakan bagi Bonek, suporter setia Persebaya.
Perubahan besar di skuad, termasuk pergantian pelatih dari Paul Munster ke Eduardo Perez, sempat memberi harapan baru.
Namun di laga kompetitif pertama, Bajol Ijo justru tak mampu menunjukkan kualitasnya.
Lebih menyakitkan lagi, kekalahan ini datang dari PSIM Jogja yang berstatus sebagai tim promosi dari Liga 2.
Di atas kertas, Persebaya jauh lebih diunggulkan baik dari segi materi pemain maupun pengalaman.
Namun, realita di lapangan berkata lain. Pelatih Eduardo Perez pun perlu segera melakukan evaluasi total sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani