Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mo Salah Soroti UEFA yang Tak Ungkap Penyebab Kematian Bintang Palestina

Ockta Prana Lagawira • Senin, 11 Agustus 2025 | 15:28 WIB
Mohamed Salah kritik UEFA yang tak jelaskan penyebab kematian Suleiman al Obeid.
Mohamed Salah kritik UEFA yang tak jelaskan penyebab kematian Suleiman al Obeid.

Jawa Pos Radar Madiun – Pemain depan Liverpool, Mohamed Salah, mempertanyakan unggahan media sosial UEFA yang tidak menyebutkan penyebab kematian pesepak bola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang dijuluki “Pele Palestina”.

Menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), al-Obeid tewas di tangan pasukan Israel di Gaza selatan pada Rabu, dalam usia 41 tahun.

Selama kariernya antara 2007–2023, ia membela tim di Gaza dan Tepi Barat, mencetak lebih dari 100 gol, serta tampil 24 kali untuk tim nasional Palestina dengan torehan dua gol.

PFA menyebut al-Obeid sebagai “salah satu bintang paling cemerlang di sepak bola Palestina”.

UEFA mengunggah penghormatan kepada al-Obeid di platform X pada Jumat. “Selamat jalan Suleiman al-Obeid, 'Pele Palestina',” tulis UEFA disertai foto sang pemain.

“Seorang talenta yang memberikan harapan kepada banyak anak, bahkan di masa-masa tergelap sekalipun.”

Melalui balasannya pada Sabtu, Salah mengutip unggahan tersebut dan menulis: “Bisakah Anda memberi tahu kami bagaimana dia meninggal, di mana, dan mengapa?”

The Athletic melaporkan, pihak UEFA belum memberikan komentar resmi terkait tanggapan Salah.

Salah sendiri pernah menyoroti perang Israel–Gaza pada 2023. Ia menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk “mengakhiri pembantaian” dan segera mengirim bantuan kemanusiaan.

Bukan hanya Salah, manajer Manchester City Pep Guardiola juga pernah menyampaikan pidato menyentuh tentang penderitaan di Gaza saat menerima gelar kehormatan dari Universitas Manchester pada Juni lalu.

“Sungguh menyakitkan apa yang kita lihat di Gaza. Seluruh tubuh saya sakit,” ujarnya. Guardiola menegaskan bahwa tragedi tersebut bukan soal ideologi, melainkan kemanusiaan.

Perang Israel–Hamas meletus setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.195 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut pejabat Israel.

Sejak itu, lebih dari 60.000 orang di Gaza tewas, termasuk 50.000 anak yang menjadi korban tewas atau terluka, menurut data pejabat kesehatan Gaza dan UNICEF.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Pep Guardiola #Perang Israel Hamas #Pele Palestina #gaza #liga inggris #UEFA #mohamed salah #Suleiman Al Obeid #liverpool #palestina #israel