Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Persijap Menang Lawan Persib, Tapi Gaya Mainnya Bikin Wasit Sibuk

Ockta Prana Lagawira • Selasa, 19 Agustus 2025 | 15:46 WIB
Persijap Jepara tampil agresif di Liga 1 2025 dengan 10 kartu kuning dalam 2 laga.
Persijap Jepara tampil agresif di Liga 1 2025 dengan 10 kartu kuning dalam 2 laga.

Jawa Pos Radar Madiun – Liga 1 baru berjalan dua pekan, tapi Persijap Jepara langsung mencuri perhatian.

Bukan hanya karena mereka menahan imbang PSM Makassar dan mengalahkan juara bertahan Persib Bandung, melainkan karena gaya bermain mereka yang sangat agresif — dan mahal secara disiplin.

Tim asuhan Mario Lemos mengoleksi total 10 kartu kuning hanya dari dua pertandingan awal.

Enam saat menghadapi PSM, dan empat saat membungkam Persib 2-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa lalu. Meski begitu, sang pelatih asal Portugal menganggap itu sebagai bagian dari strategi.

“Tentu saja, terlalu banyak kartu. Tapi dengan tim yang kami miliki, kami harus berjuang. Kami harus menjadi tim yang agresif,” ucap Lemos dalam sesi konferensi pers usai laga.

“Permainan ini tentang mendapatkan poin. Empat poin dari dua laga, itu hasil yang bagus.”

Tiga angka yang diraih atas Persib bukan kemenangan biasa. Ini adalah kemenangan perdana Persijap di kasta tertinggi setelah absen selama 11 tahun. Lemos pun tak menutupi rasa bangganya atas capaian itu.

“Saya sangat bangga dengan para pemain. Kami adalah tim baru di Liga 1, tapi kami bisa bangkit setelah skor 1-1 dan menang. Ini cukup luar biasa,” tambahnya.

Kemenangan ini menjadi pesan keras: Persijap bukan hanya penggembira. Mereka datang untuk bertahan dan bersaing.

Dua gol sudah dikoleksi Carlos Franca dalam dua laga pertamanya bersama Persijap. Satu saat imbang kontra PSM, satu lagi ke gawang Persib. Tapi penyerang asal Brasil itu justru merendah.

“Yang terpenting adalah kemenangan untuk tim. Dua gol itu bonus. Saya hanya ingin membantu rekan-rekan,” ujar mantan pemain Mohammedan SC (India) itu.

Kontribusi Franca sejauh ini sangat vital. Mobilitasnya di lini depan, ketajaman di kotak penalti, dan chemistry-nya dengan lini tengah membuat Persijap lebih hidup secara ofensif.

Bermain keras adalah pilihan. Tapi di Liga 1 yang terkenal ketat dalam urusan disiplin, gaya seperti ini bisa menjadi pisau bermata dua.

Mario Lemos tahu risikonya, tapi ia percaya bahwa untuk bertahan di level ini, pendekatan agresif adalah keniscayaan.

Dengan jadwal berat menanti — termasuk lawatan ke markas Borneo FC pada 24 Agustus — Persijap akan diuji lagi.

Apakah mereka bisa mempertahankan intensitas tanpa kehilangan kendali? Ataukah mereka akan mulai kehabisan amunisi karena akumulasi kartu?

Editor : Ockta Prana Lagawira
#borneo fc #carlos franca #PSM Makassar #hasil Persijap vs Persib #Mario Lemos #persijap jepara #kartu kuning Persijap #Liga 1 2025