Jawa Pos Radar Madiun – Konflik sponsor antara Tottenham Hotspur dan INEOS Automotive semakin panas.
Perusahaan otomotif milik miliarder Sir Jim Ratcliffe itu resmi menggugat balik Spurs, dengan klaim kerugian jutaan poundsterling.
Kerja sama bermula pada Desember 2022 lewat kontrak senilai sekitar £17,5 juta.
Perjanjian bertajuk Official Partnership Agreement memberi hak promosi bagi INEOS Grenadier di Spurs hingga lima tahun.
Namun, kontrak yang semula diharapkan menguntungkan justru berakhir di pengadilan.
Tottenham lebih dulu melayangkan gugatan pada Juni 2025.
Klub menuding INEOS melanggar kewajiban pembayaran: biaya sponsor £5,1 juta, biaya indeksasi £480 ribu, plus bunga hampir £300 ribu. Total tuntutan mencapai £5,2 juta.
INEOS menolak tuduhan tersebut. Mereka menyebut sudah melayangkan surat pemutusan kontrak sejak 6 Desember 2024, efektif berlaku 30 Juni 2025.
Artinya, menurut kubu Ratcliffe, kewajiban pembayaran yang ditagih Spurs sudah tidak sah. Justru Tottenham, klaim mereka, yang dianggap melanggar dengan memutus kontrak lebih awal tanpa alasan jelas.
Dalam gugatan balik (counterclaim), INEOS menuntut kompensasi £1,07 juta untuk periode 112 hari.
Terhitung 11 Maret 2025, saat Spurs mengumumkan pemutusan kontrak, hingga 30 Juni 2025.
Dokumen gugatan balik juga menyeret nama Audi. Disebutkan bahwa pada musim panas 2023, mantan Chief Commercial Officer Spurs Todd Kline sudah menjalin komunikasi dengan Audi, bertepatan dengan proses transfer Harry Kane ke Bayern Munich.
INEOS menilai langkah tersebut melanggar perjanjian karena Spurs tidak boleh bernegosiasi dengan kompetitor yang menawarkan hak komersial serupa.
Hingga berita ini diturunkan, Tottenham belum memberikan pernyataan resmi terkait perseteruan yang berpotensi mengguncang sektor komersial klub. (cor)
Penulis
Rizhal Putra Pratama, mahasiswa Unmer Madiun
Editor : Andi Chorniawan