Jawa Pos Radar Madiun – Kota Verona yang identik dengan kisah cinta Romeo dan Juliet ini juga menyimpan arena lain yang sarat emosi, yakni Stadio Marcantonio Bentegodi.
Stadion ini rumah bagi Hellas Verona, dan selama bertahun-tahun juga menjadi markas tetangganya, Chievo Verona.
Bentegodi diresmikan pada 1963, dengan kapasitas awal mencapai lebih dari 40 ribu penonton.
Namanya diambil dari Marcantonio Bentegodi, tokoh filantropis abad ke-19 yang berjasa dalam memajukan olahraga di Verona.
Stadion ini sejak awal dibangun bukan hanya untuk sepak bola, tetapi juga sebagai kompleks olahraga serbaguna.
Venue Piala Dunia 1990
Keunikan Bentegodi semakin jelas ketika dipilih menjadi salah satu venue Piala Dunia Italia 1990.
Stadion ini direnovasi besar-besaran: tribun diperluas, atap dipasang, dan kursi baru ditambahkan.
Pada masa itu, kapasitasnya bisa menampung hingga 50 ribu penonton. Verona pun masuk dalam peta sepak bola dunia, menjadi tuan rumah laga-laga internasional bergengsi.
Satu Stadion Ditempati Dua Klub
Salah satu sisi paling unik Bentegodi adalah statusnya sebagai rumah bersama.
Hellas Verona, klub klasik dengan basis tifosi besar, berbagi stadion ini dengan Chievo Verona, klub kecil yang sempat mengejutkan Serie A pada awal 2000-an.
Atmosfer Curva Sud
Jika ada yang membuat Bentegodi hidup, jawabannya adalah Curva Sud Hellas Verona.
Tifosi Hellas dikenal militan dan vokal, menjadikan setiap laga kandang penuh warna.
Tribun yang besar dan curam membantu suara mereka bergema ke seluruh stadion, menciptakan atmosfer yang menekan lawan. Suasana semakin panas saat derbi melawan Chievo atau klub-klub besar Serie A.
Identitas Kota Verona
Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, Bentegodi tetap menjadi simbol kota Verona.
Letaknya strategis, tidak jauh dari pusat kota, dan menjadi titik kumpul warga setiap akhir pekan.
Bagi masyarakat, stadion ini bukan hanya arena olahraga, tetapi juga tempat kebersamaan, pesta rakyat, hingga panggung konser musik besar. (cor)
Editor : Andi Chorniawan