Jawa Pos Radar Madiun - Hubungan Juventus dan Paris Saint-Germain (PSG) sedang tegang usai drama transfer Randal Kolo Muani.
General Manager Damien Comolli disebut menjadi sasaran kemarahan petinggi klub Paris setelah negosiasi transfer sang striker berakhir kacau.
Menurut laporan L’Équipe, Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi merasa “dipermainkan” oleh Juventus.
PSG awalnya menolak skema pinjaman yang diajukan Comolli karena sejak awal sudah menetapkan klausul wajib beli dengan harga sekitar €60 juta.
Les Parisiens menganggap angka tersebut wajar, sebab pernah mengeluarkan hampir €90 juta untuk merekrut Kolo Muani dari Eintracht Frankfurt.
Namun, Comolli justru mengajukan tawaran jauh di bawah ekspektasi, yakni €30 juta plus bonus €10 juta jika Juventus berhasil lolos ke Liga Champions musim depan.
Proposal tersebut membuat direktur PSG marah besar.
Juventus Pilih Fokus ke Openda dan Zhegrova
Ketika jalan buntu dengan PSG, Juventus langsung mengalihkan perhatiannya.
Pada deadline day, Si Nyonya Tua sukses mendatangkan Lois Openda dari RB Leipzig dengan status pinjaman plus opsi pembelian, serta winger Edon Zhegrova dari Lille.
Kedua pemain ini melengkapi lini serang yang sudah diisi Dusan Vlahovic dan Jonathan David.
Meski transfer dianggap sukses, Juventus meninggalkan jejak konflik dengan PSG.
Media Prancis bahkan menulis bahwa Comolli kini punya “musuh” di Paris. Label tersebut bisa mempersulit kerjasama di bursa transfer mendatang.
Permusuhan Baru dalam Dunia Transfer
PSG menilai Juventus tidak menghargai valuasi pemainnya, sementara di kubu Turin, Comolli disebut hanya menjalankan strategi finansial ketat demi menjaga keseimbangan anggaran.
Situasi ini menambah warna dalam rivalitas antar elite Eropa. Jika benar Comolli punya musuh di Paris, Juventus bisa menghadapi kesulitan ekstra bila kembali mengincar pemain PSG di masa depan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan