Jawa Pos Radar Madiun - Juventus tampil dengan strategi berbeda pada bursa transfer musim panas 2025.
Di bawah General Manager Damien Comolli, Bianconeri tidak bertransaksi dengan klub-klub Serie A untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah tersebut menandai perubahan arah yang tegas dalam kebijakan mercato Si Nyonya Tua.
Tidak Lagi Belanja di Serie A
Juventus biasanya aktif dalam pergerakan transfer domestik, baik merekrut talenta muda Italia, barter maupun beli pemain bintang dari rival.
Namun, Comolli memilih jalur berbeda. Juve sengaja menghindari pasar Italia yang dinilai penuh dengan manuver menghambat.
Dengan begitu, fokus transfer lebih diarahkan ke klub-klub Eropa di luar Serie A.
Langkah ini membuat banyak pihak menilai Juventus sedang menjaga harga pasar agar tidak terjebak permainan nilai transfer yang seringkali mahal dan tidak realistis.
Efek sampingnya, Serie A kini kehilangan aliran jutaan euro yang biasanya digerakkan Juventus di setiap jendela transfer.
Ketegangan dengan PSG soal Kolo Muani
Salah satu momen paling menonjol dari strategi Comolli adalah tarik-ulur negosiasi dengan Paris Saint-Germain untuk Randal Kolo Muani.
Juventus sebenarnya berniat memulangkan striker Prancis itu setelah masa pinjaman sukses.
Namun, PSG bersikeras hanya mau melepas dengan klausul wajib beli €60 juta.
Comolli menolak tunduk. Dia mencoba menegosiasikan skema lain dengan angka lebih realistis.
Ketegangan ini berujung pada gagalnya kesepakatan, dan Kolo Muani justru merapat ke Tottenham pada hari terakhir mercato.
Meski demikian, sikap tegas Comolli dipandang sebagai sinyal bahwa Juventus tak mau ditekan oleh klub-klub miliarder Eropa.
Pujian dari Luciano Moggi
Luciano Moggi, mantan direktur Juventus yang dikenal sebagai arsitek transfer era keemasan akhir 1990-an dan awal 2000-an, angkat bicara.
Menurut dia, Comolli sudah mengambil langkah tepat dengan memperlihatkan arah jelas dan kemandirian Juventus dalam mercato.
“Soal isu panas dengan PSG? Menurut saya Comolli sudah benar. Dia tidak kasih kesempatan PSG ‘main harga’ untuk Kolo Muani. Salut, berani tahan posisi lawan klub miliarder,” kata Moggi dalam wawancara yang dikutip media Italia.
Pujian Moggi ini bukan sekadar simbol dukungan. Sebagai sosok yang pernah mendatangkan bintang-bintang dunia ke Turin, pengakuannya memberi legitimasi pada strategi transfer baru Juventus.
Identitas Transfer Baru
Perubahan arah mercato ini menunjukkan bahwa Juventus ingin membangun identitas transfer yang lebih strategis, selektif, dan tidak lagi bergantung pada pasar domestik.
Fokusnya kini pada membentuk skuad yang solid untuk jangka panjang sekaligus menjaga kesehatan finansial klub.
Bagi Comolli, ini bukan hanya soal mendatangkan pemain, tetapi juga mengirim pesan ke dunia sepak bola.
Juventus kembali menjadi klub yang berdiri dengan prinsip kuat, tidak mudah dipengaruhi, dan berani mengambil risiko. (cor)
Editor : Andi Chorniawan