Jawa Pos Radar Madiun - Timnas Lebanon memeragakan permainan bertahan total saat menghadapi Indonesia di FIFA matchday Senin 8 September.
Lebanon punya alasan tersendiri parkir bus hingga Indonesia kesulitan menciptakan peluang.
Kapten Timnas Lebanon Mohamad Haidar menyebut, Indonesia akan melakukan hal sama jika menghadapi tim dengan level lebih tinggi.
"Liga kami baru mulai, sekarang bermain lawan tim besar seperti Indonesia, tim yang bermain di ronde akhir kualifikasi Piala Dunia," ujarnya seusai laga.
"Sama saja, kami bermain lawan Indonesia dan situasi kami sangat sulit," kata pemain bernomor punggung 10 itu.
"Situasi Anda mungkin juga akan sama jika bertemu tim level tinggi kaliber Piala Dunia seperti Brasil atau Argentina," tuturnya.
Baca Juga: Jonathan David Ingin Duet dengan Vlahovic di Juventus, tapi Tudor Belum Setuju, Mengapa?
"Kalian juga akan membuang-buang waktu, mempertahankan bola. Bermain 5-3-2 atau 5-4-1," imbuhnya.
Di sisi lain, dia meminta maaf atas sejumlah insiden di laga tadi malam.
"Maaf tentang apa yang terjadi di laga. Ini sepak bola. Kami tidak bermaksud buruk atau membuat masalah. Terima kasih banyak."
Baca Juga: Update Ranking FIFA Terbaru Timnas Indonesia usai Ditahan Lebanon: Garuda Ditempel Malaysia
Laga Indonesia vs Lebanon tadi malam berakhir imbang tanpa gol.
Jay Idzes dkk sangat dominan dalam penguasaan bola.
Namun, permainan bertahan total lawan membuat Garuda sulit menciptakan peluang.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto