Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Komentar Pelatih Persebaya dan Persija Tanggapi Hasil Big Match BRI Super League

Mizan Ahsani • Minggu, 19 Oktober 2025 | 16:41 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Francisco Rivera melesakkan bola ke arah pertahanan Persija saat pertandingan BRI Super League 2025/2026.
Pemain Persebaya Surabaya Francisco Rivera melesakkan bola ke arah pertahanan Persija saat pertandingan BRI Super League 2025/2026.

Jawa Pos Radar Madiun - Persija Jakarta menang atas Persebaya Surabaya dengan skor 3-1 pada pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (18/10) malam.

Pelatih Persija Mauricio Souza menilai timnya tampil efisien dan tenang sejak awal laga.

“Sejak awal kami sudah mencari gol dan berhasil unggul lebih dulu. Itu membuat tim lebih tenang. Kami tahu Persebaya tim yang hebat, tapi hari ini kami pantas meraih kemenangan,” kata Souza.

Ia menilai kemenangan tersebut lahir dari peningkatan organisasi pertahanan yang menjadi fokus utama setelah jeda internasional.

Selain itu, kata dia, setelah jeda internasional timnya banyak melakukan perbaikan pada sisi pertahanan, dan hasilnya terlihat dari penampilan tim yang mampu bertahan dengan sangat baik.

Ia menambahkan peningkatan pertahanan tersebut bukan hanya tanggung jawab pemain belakang, melainkan seluruh tim.

Menurut pelatih asal Brasil itu, ketenangan dalam bertahan membantu Persija menciptakan banyak peluang berbahaya di lini depan.

“Tim kami punya banyak kualitas untuk menciptakan peluang. Dan karena kami bertahan lebih baik, proses menciptakan peluang pun menjadi lebih mudah,” ucapnya.

Menanggapi absennya Bruno Tubarao dalam pertandingan tersebut, Souza menegaskan bahwa situasi itu tidak bisa dijadikan tolok ukur performa tim.

“Itu membuktikan kami punya tim yang hebat. Bruno pemain bagus dan punya sejarah di sepak bola. Setiap pemain bisa melalui masa sulit, tapi kami tetap percaya dan mengandalkan dia,” tuturnya.

Komentar Pelatih Persebaya Eduardo Perez

Sementara itu, Pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez menilai kekalahan timnya disebabkan oleh detail kecil dan momen krusial yang belum mampu diantisipasi dengan baik oleh pemain.

“Kadang hasil pertandingan ditentukan oleh beberapa situasi seperti bola mati, penalti, atau satu tembakan. Jadi kami tahu apa yang harus diperbaiki,” ujar Eduardo Perez.

Menurut pelatih asal Spanyol itu, kedua tim tampil sama kuat dan sama-sama memiliki peluang untuk menang.

Ia menilai para pemain Persebaya sudah berjuang maksimal demi hasil terbaik di kandang sendiri.

Namun, dua gol cepat yang bersarang ke gawang Bajol Ijo membuat permainan timnya sulit dikendalikan.

“Bagi saya, ini pertandingan antara dua tim besar yang sama-sama ingin menang. Tapi kemenangan sering ditentukan oleh detail kecil,” tegas Perez.

Pelatih 45 tahun itu menegaskan kini saatnya Persebaya bangkit dan menatap laga berikutnya dengan mental positif. Ia meminta anak asuhnya tetap bersatu meski gagal meraih poin di hadapan Bonek.

“Sekarang kami harus kembali bersatu. Hari ini kami sedih karena tidak bisa memberikan kemenangan kepada suporter, tapi mulai besok kami harus berpikir positif dan bekerja keras untuk pertandingan selanjutnya,” ucapnya.

Terkait rotasi pemain, termasuk keputusan menurunkan Gali Freitas sejak awal, Perez menyebut hal itu murni berdasarkan evaluasi hasil latihan dan kesiapan fisik pemain. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Komentar #eduardo perez #pelatih #Persebaya #persija #Super League #Mauricio Souza