Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bukan Sekadar Kiper Cadangan Juventus, Mattia Perin Kini Jadi Penasihat Taktis Luciano Spalletti

Andi Chorniawan • Kamis, 6 November 2025 | 00:53 WIB

 

Percakapan Luciano Spalletti dengan Mattia Perin dalam laga Cremonese vs Juventus.
Percakapan Luciano Spalletti dengan Mattia Perin dalam laga Cremonese vs Juventus.

Jawa Pos Radar Madiun - Luciano Spalletti tampaknya tak hanya mengandalkan analisis teknis dalam memimpin Juventus.

Sebuah momen menarik terekam oleh kamera samping DAZN ketika sang pelatih berdiskusi langsung dengan Mattia Perin di tepi lapangan saat menghadapi Cremonese.

Dalam rekaman itu, Spalletti terdengar bertanya kepada Perin, “Apakah Adzic orang yang cocok untuk pertandingan seperti ini?”

Dan sang kiper menjawab, “Adzic sangat kuat secara fisik. Dia kuat, sangat kuat.”

Percakapan singkat tersebut menjadi sorotan . Sebab, Spalletti terlihat memberi ruang kepada pemain cadangan seperti Perin untuk terlibat dalam pengambilan keputusan taktis di tengah pertandingan.

Dari sinilah muncul anggapan bahwa Perin kini berperan layaknya penasihat lapangan bagi Spalletti.

Dari Pelapis Szczesny Jadi Suara Senior di Ruang Ganti

Meski jarang tampil sebagai starter, Mattia Perin memiliki posisi penting di dalam skuad Juventus.

Sebagai pemain yang telah lama berkostum hitam-putih, dia dikenal sebagai sosok yang dihormati di ruang ganti.

Seseorang yang mampu menjaga keseimbangan suasana dan membantu komunikasi antar pemain.

Perin pun menjadi salah satu figur yang paling dipercaya, bukan hanya karena kedewasaannya, tapi juga karena kedekatannya dengan seluruh anggota skuad.

Dalam konteks ruang ganti, tindakan seperti ini bukan hal kecil. Dukungan dari pemain senior seperti Perin bisa menciptakan rasa kebersamaan dan kepercayaan terhadap pelatih yang baru datang.

Profil Singkat Mattia Perin

Mattia Perin lahir di Latina, Italia, pada 10 November 1992. Dia memulai karier profesionalnya bersama Genoa FC pada 2010, sebelum sempat dipinjamkan ke Padova dan Pescara untuk mendapatkan jam terbang.

Kualitas refleksnya yang cepat dan gaya bermain agresif membuatnya sempat disebut sebagai salah satu penjaga gawang muda terbaik Italia.

Pada musim panas 2018, Perin resmi bergabung dengan Juventus.

Selama membela Bianconeri, Perin memang lebih sering menjadi pelapis Wojciech Szczesny, namun tetap konsisten menunjukkan profesionalisme tinggi.

Dalam beberapa musim terakhir, Perin bahkan menjadi andalan saat Juventus tampil di ajang Coppa Italia atau laga rotasi.

Loyalitas dan Kepemimpinan yang Diakui

Tak hanya di lapangan, loyalitas Perin kepada klub membuatnya disegani rekan setim.

Dia sempat kembali ke Genoa pada 2020 sebagai pemain pinjaman, namun kemudian memilih pulang ke Juventus dan menandatangani perpanjangan kontrak.

Dalam skuad yang banyak diisi pemain muda, Perin kini menjadi sosok mentor. Dia dikenal terbuka, rendah hati, dan selalu siap membantu rekan setim.  

Dengan menjadikan Perin sebagai figur yang bisa diajak berdiskusi di tengah pertandingan, Luciano Spalletti memperlihatkan pendekatan manajerial yang humanis.

Perin mungkin bukan kapten atau pemain inti, namun statusnya sebagai 'penasihat informal' menegaskan betapa pentingnya peran non-taktis di sebuah tim besar.

Dalam sepak bola modern, hubungan pelatih dan pemain bukan hanya tentang strategi di lapangan, tapi juga soal kepercayaan dan komunikasi dua arah. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#lapangan #mattia perin #luciano spalletti #pelatih #penasihat #loyalitas