Jawa Pos Radar Madiun – Clarence Seedorf mengenang salah satu pertandingan paling emosional dalam kariernya, yakni berhadapan dengan Alessandro Del Piero.
Dilansir dari Calciototale, legenda AC Milan itu membongkar bagaimana Carlo Ancelotti, pelatihnya kala itu, memperingatkan tim agar waspada terhadap sosok kapten Juventus tersebut.
“Pertandingan melawan Juventus selalu penuh emosi. Aku masih ingat, Ancelotti sangat khawatir terhadap Del Piero,” ujar Seedorf.
“Katanya, Nedved harus dihentikan dengan keras, Camoranesi dengan taktik, tapi untuk Del Piero… kalian harus menemukan cara sendiri dan hati-hati.”
Menurut Seedorf, Ancelotti mengenal Del Piero dengan sangat baik karena pernah melatihnya di Juventus.
Bahkan, sang pelatih kerap menyebut Del Piero sebagai pemain “tidak manusiawi”.
“Tapi bagiku, sebutan itu masih terlalu sederhana untuk menggambarkan dia,” tutur Seedorf.
Persahabatan dan Rasa Hormat
Seedorf mengaku memiliki hubungan baik dengan Del Piero, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Kami berasal dari generasi sepak bola yang berbeda dengan era sekarang. Era yang lebih jujur, lebih manusiawi, dan penuh makna,” katanya.
Ia menggambarkan Del Piero sebagai pemain yang luar biasa alami.
“Alex bisa saja datang ke pertandingan dengan sandal, setelah seminggu tidak melakukan apa-apa, dan tetap bermain luar biasa. Dia fenomena sejati,” ujarnya Seedorf.
Misi Menempel Del Piero
Dalam salah satu laga melawan Juventus, Seedorf mendapat tugas khusus dari Ancelotti: menjaga Del Piero ketat sepanjang pertandingan.
“Aku sempat protes, Mister, kalau begitu saya tidak bisa menembak seperti biasa. Dia menjawab, Clarence, aku tidak peduli kamu menembak atau tidak. Kamu harus menempel Del Piero,” kenangnya.
Namun, tugas itu justru menjadi mimpi buruk bagi Seedorf.
Dalam satu momen, setelah Andrea Pirlo kehilangan bola, Juventus melakukan serangan balik cepat.
“Del Piero mengecohku dengan tipuan tubuh. Aku terkecoh, mengejarnya hampir dua puluh meter, dan sebelum aku bisa menyusulnya, dia sudah memberikan umpan penentu gol,” kata Seedorf.
“Selama sembilan puluh menit itu, rasanya seperti hukuman. Menempel Del Piero adalah tugas terberat dalam hidupku,” lanjutnya.
Duel yang Tak Terlupakan
Meski berat, Seedorf tetap menyimpan rasa hormat tinggi kepada sang legenda Juventus.
“Setiap kali aku melihatnya lagi, yang terlintas di pikiranku selalu tentang duel-duel kami dan betapa tidak masuk akalnya kemampuan dia saat menguasai bola,” ujarnya. (cor)
Editor : Andi Chorniawan