Jawa Pos Radar Madiun - Luciano Spalletti memilih JHotel sebagai tempat tinggalnya selama delapan bulan ke depan.
Keputusan ini bukan sekadar pilihan praktis, tetapi strategi penuh perhitungan yang menunjukkan betapa serius dirinya membangun kembali Bianconeri.
Menurut La Gazzetta dello Sport, Spalletti kini menempati kamar yang jendelanya menghadap langsung ke lapangan latihan Continassa.
Dengan begitu, dia hampir “hidup berdampingan” dengan aktivitas tim setiap hari.
Dekat Lapangan, Dekat Tim
Tinggal di JHotel membuat Spalletti bisa memantau ritme tim sejak pagi hingga malam.
Ia dikenal sebagai pelatih yang detail-oriented, perfeksionis dalam taktik, dan suka mengontrol seluruh aspek latihan.
Dengan lokasi kamar yang menghadap langsung ke lapangan, Spalletti bisa mengamati intensitas, dinamika, dan perubahan kecil pada pemain tanpa harus meninggalkan lingkungan kerja.
Bagi Spalletti, kedekatan seperti ini memberi rasa tenang. Dia dapat fokus sepenuhnya pada sepak bola tanpa gangguan eksternal.
Kontrak 8 Bulan: JHotel Jadi Solusi Paling Efisien
Karena masa kontraknya hanya delapan bulan sebelum opsi perpanjangan dibahas, Spalletti memilih tidak mencari rumah permanen di Turin.
Jika ia menyewa rumah besar, risikonya tinggi dan tidak efisien.
Dengan tinggal di JHotel, dia hemat waktu, adaptasi berlangsung cepat, komunikasi dengan staf semakin mudah, dan setiap hari bisa memulai pekerjaan lebih awal.
Keputusan ini memudahkan Juventus yang sedang membangun struktur kerja baru bersama sang pelatih.
Spalletti Pernah Melakukan Hal yang Sama di Napoli
Metode ini bukan hal baru. Saat menukangi Napoli hingga meraih Scudetto, Spalletti juga memilih tinggal di pusat latihan Castel Volturno.
Pendekatan kerja intens hidup dekat tim, bekerja tanpa henti, memantau detail kecil—terbukti menjadi kunci suksesnya.
Juventus kini mencoba mengulang kembali formula yang membuat Spalletti menjadi juara di Napoli. (cor)
Editor : Andi Chorniawan