Jawa Pos Radar Madiun – Max Verstappen memberi peringatan keras jelang Grand Prix Las Vegas.
Meski Red Bull RB21 sangat dominan di trek low downforce seperti Monza dan Baku, juara dunia empat kali itu menegaskan bahwa Las Vegas bukan tempat yang bisa diprediksi begitu saja.
Verstappen datang ke Nevada dengan ambisi meraih kemenangan keenam musim ini sekaligus menjaga peluang memburu gelar kelima beruntun.
Namun ia masih tertinggal 49 poin dari Lando Norris di klasemen sementara, membuat sesi latihan menjadi krusial.
Trek Licin & Suhu Dingin Jadi Masalah
Menurut Verstappen, karakteristik Las Vegas jauh berbeda dari trek cepat lainnya.
“Di sini jauh lebih dingin dan permukaan lintasan sangat licin. Jadi tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan trek low downforce lain. Tidak ada jaminan kamu akan cepat di sini,” tegasnya setelah hari pertama latihan.
Kondisi ini membuat Red Bull kesulitan mengekstrak performa maksimal RB21 di dua sesi latihan pembuka.
Hasil FP1–FP2: Red Bull Belum Stabil
Sesi latihan hari pertama memperlihatkan inkonsistensi performa Red Bull:
• FP1: Verstappen menutup sesi di posisi keempat, sedikit di belakang Yuki Tsunoda. Charles Leclerc menjadi yang tercepat.
• FP2: Dua kali red flag membuat ritme latihan terputus. Verstappen gagal mencatat waktu kompetitif dengan ban soft dan hanya berada di posisi kesembilan, tertinggal setengah detik dari Norris.
Situasi tersebut membuat Red Bull harus berpikir keras menjelang sesi kualifikasi.
Kunci di Setup Ban
Verstappen menyebut bahwa performa lap tunggal maupun race pace sangat dipengaruhi temperatur dan kondisi ban.
“Sulit memahami apa yang harus dilakukan dengan semua gangguan itu. Kami masih perlu meningkatkan grip. Trek terus membaik setiap sesi, jadi fokus kami adalah bagaimana mengoperasikan ban untuk kualifikasi dan balapan,” ujarnya.
Red Bull berharap grip meningkat seiring membaiknya kondisi permukaan trek yang terkenal licin sejak debut Las Vegas GP.
Optimisme Menjelang Hari Kedua
Meski belum menunjukkan kecepatan puncak, Verstappen tetap yakin timnya bisa menemukan setup terbaik pada FP3 dan kualifikasi.
Suhu malam yang ekstrem dan karakter trek jalan raya membuat Las Vegas GP menjadi salah satu ujian paling menantang musim ini.(fac)
Editor : Ockta Prana Lagawira