Jawa Pos Radar Madiun – Persib Bandung memasuki momen krusial jelang laga pamungkas Grup G AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.
Maung Bandung akan menjamu Bangkok United di Stadion GBLA, Bandung, Rabu (10/12) dengan posisi klasemen yang masih rapat dan belum aman.
Persib saat ini memimpin Grup G dengan 10 poin, hanya selisih tipis dari Bangkok United yang berada di posisi kedua dengan jumlah poin sama.
Lion City Sailors juga mengintai dengan tujuh poin, membuat pertandingan terakhir ini menjadi penentu nasib tiga tim sekaligus.
Sistem head-to-head yang digunakan kompetisi ini membuat Persib dalam posisi rawan jika menelan kekalahan.
Bojan Hodak menegaskan bahwa kemenangan menjadi satu-satunya jalan aman untuk memastikan Persib lolos ke 16 besar sebagai juara grup.
Pelatih asal Kroasia itu berharap dukungan langsung bobotoh kembali memenuhi stadion seperti saat Persib mengalahkan Borneo FC di Super League.
“Saya harap pada pertandingan nanti stadion akan penuh seperti ketika kami menghadapi Borneo FC,” ujar Bojan Hodak dikutip dari laman resmi klub.
Hodak menyebut dukungan bobotoh bukan sekadar dorongan moral, tetapi juga faktor yang dapat mengganggu konsentrasi lawan.
Atmosfer GBLA yang penuh disebutnya mampu membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.
“Siapapun tim lawan yang bermain di sini (GBLA) dengan stadion terisi penuh oleh bobotoh akan menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi mereka,” tuturnya.
Persib sendiri datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja mengalahkan Borneo FC, pemuncak klasemen Super League, dalam laga comeback 3-1.
Rotasi pemain yang dilakukan Hodak dalam beberapa pertandingan terakhir juga berjalan mulus, membuat performa tim semakin stabil.
Kemenangan atas Bangkok United akan mengunci posisi puncak Grup G dan membawa Persib melangkah ke fase gugur ACL 2 tanpa harus diganggu skenario head-to-head rumit dengan dua rival lainnya.
Hodak pun menegaskan bahwa dukungan penuh bobotoh sangat dibutuhkan agar Marc Klok dan kawan-kawan dapat tampil lebih garang dalam menutup penyisihan grup. (op)
Editor : Ockta Prana Lagawira