Jawa Pos Radar Madiun - Savino Del Bene Scandicci mencetak sejarah besar di panggung dunia.
Klub voli putri asal Italia itu sukses merebut gelar Juara Dunia Klub Voli Putri FIVB 2025 setelah menundukkan rival domestik mereka, Prosecco Doc Imoco Conegliano, di partai final.
Laga puncak yang berlangsung di Mercado Livre Arena Pacaembu, São Paulo, Minggu waktu setempat, berakhir dengan kemenangan Scandicci 3-1 (30-28, 25-19, 21-25, 25-23). Di hadapan publik Brasil, Scandicci tampil tenang dan efektif, meruntuhkan ambisi Conegliano yang datang sebagai juara bertahan edisi 2024.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Scandicci. Klub yang berdiri pada musim 2012-2013 itu sebelumnya hanya pernah mengangkat trofi Challenge Cup 2021-2022 dan CEV Cup 2022-2023.
Mereka sempat dua kali menembus final besar—Liga Italia 2023-2024 dan Liga Champions CEV 2024-2025—namun selalu kalah dari Conegliano.
Di Brasil, cerita itu berubah. Scandicci menjalani turnamen dengan performa nyaris sempurna.
Mereka menaklukkan tiga juara kontinental dan menutup kompetisi dengan lima kemenangan, hanya kehilangan satu set sepanjang turnamen, yakni di final.
Sebaliknya, kekalahan ini menghentikan langkah Conegliano untuk meraih gelar juara dunia klub keempat.
Sebelumnya, klub raksasa Italia itu pernah berjaya pada 2019, 2022, dan 2024. Kekalahan di São Paulo juga membuat Conegliano gagal menyamai rekor VakifBank Istanbul sebagai tim tersukses dalam sejarah turnamen.
Final ini menyoroti performa luar biasa Ekaterina Antropova. Pemain opposite juara Olimpiade dan dunia itu menjadi tumpuan Scandicci dengan mencetak 25 poin di laga final—terdiri dari 19 kill, tiga blok, dan tiga ace. Antropova juga keluar sebagai top skor turnamen dengan total 99 poin.
Dukungan datang dari outside hitter Amerika Serikat Avery Skinner, yang menyumbang 18 poin melalui serangan tajam dari sayap. Sementara itu, middle blocker Linda Nwakalor tampil solid dengan tambahan 14 poin, termasuk lima blok krusial yang mematahkan momentum Conegliano.
“Itu adalah gol pertama kami musim ini, dan kami berhasil,” ujar Antropova.
“Kami mengalahkan tim yang sangat bagus, dan saya pikir kami menunjukkan sejak awal bahwa kami percaya kami bisa melakukannya."
"Memenangkan trofi ini bersama Scandicci adalah salah satu tujuan pribadi saya, karena saya telah memenangkan banyak hal bersama tim nasional, dan sangat penting untuk memberikan sesuatu kembali kepada klub ini.”
Gelar juara dunia klub ini menegaskan posisi Scandicci sebagai kekuatan baru dalam peta elite voli putri dunia, sekaligus mengakhiri dominasi Conegliano di level global musim ini.
Editor : Ockta Prana Lagawira