Jawa Pos Radar Madiun - Kontingen Indonesia kembali menegaskan daya saingnya di SEA Games 2025.
Hingga Rabu (17/12) siang WIB, Merah Putih menambah medali emas dari pencak silat dan panahan, menjaga posisi runner-up klasemen sementara dan mendekati target 80 emas.
Emas terbaru dipersembahkan atlet pencak silat putra Tito Hendra Septa Kurnia.
Bertanding di final kelas E (65–70 kg) di Impact Arena Muang Thong Thani, Nonthaburi, Tito menaklukkan wakil Malaysia Muhammad Helmi dengan skor 63–52.
Kemenangan ini memastikan emas ke-68 Indonesia hingga pukul 14.30 WIB.
Tambahan emas tersebut melanjutkan momentum positif Indonesia yang terus menempel tuan rumah Thailand di papan atas perolehan medali.
Thailand masih memimpin klasemen dengan 162 emas, sementara Vietnam berada di posisi ketiga dengan 53 emas.
Sebelumnya, panahan beregu putra juga menyumbang emas penting. Trio Riau Ega Agata Salsabila, Ahmad Khoirul Baasith, dan Arif Dwi Pangestu tampil dominan saat menghadapi Vietnam di final yang digelar di Lapangan Sepak Bola 1, Otoritas Olahraga Thailand, Bangkok. Indonesia menang telak tanpa kehilangan set, unggul 58–54, 54–51, dan 53–52 untuk memastikan emas ke-67.
Konsistensi tembakan dan ketenangan dalam situasi krusial membuat tim panahan beregu putra sulit dibendung hingga laga berakhir.
Emas ini menjadi penopang penting di tengah ketatnya persaingan medali.
Dari pencak silat putri, Safira Dwi Meilani turut mengharumkan Merah Putih dengan merebut emas kelas B (50–55 kg).
Safira mengalahkan wakil Vietnam Duong Thi Hai Quyen di final yang juga digelar di Impact Arena, memastikan emas ke-66 bagi Indonesia.
Sebelum itu, panahan beregu putri melalui Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, dan Rezza Octavia menyumbang emas ke-65.
Rangkaian emas dari panahan dan pencak silat memperlihatkan konsistensi cabang andalan Indonesia.
Cabang dayung turut menambah pundi-pundi emas. Pasangan Rendi/Memo tampil tercepat di nomor double sculls putra, mencatat waktu 7 menit 18,507 detik. Mereka unggul atas wakil Thailand Narongsak Naksaeng/Premanut Wattananusith dan pasangan Filipina Rynjie Penaredondo/Adrian Maxilom.
Target 80 medali emas yang dicanangkan pemerintah masih terbuka, seiring sejumlah nomor final yang belum dipertandingkan hingga penutupan ajang.
Menpora Erick Thohir sebelumnya menegaskan pentingnya menjaga konsistensi untuk mempertahankan posisi dua besar.
“Jika kita berhasil menembus target, maka peluang kita juga besar untuk tetap berada di peringkat dua,” kata Erick.
Editor : Ockta Prana Lagawira