Jawa Pos Radar Madiun – Kejutan besar mewarnai babak semifinal Supercoppa Italiana 2025. Inter Milan dipaksa angkat koper lebih awal setelah tumbang secara dramatis di tangan Bologna.
Dalam laga yang digelar di Al-Awwal Park, Sabtu (20/12) dini hari WIB, Nerazzurri kalah lewat drama adu penalti dengan skor 2-3, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Inter Milan sejatinya mengawali laga dengan sempurna.
Baru dua menit berjalan, Marcus Thuram langsung merobek jala lawan lewat tendangan voli indah, memanfaatkan umpan silang akurat Alessandro Bastoni.
Namun, Bologna menolak menyerah. Drama terjadi setelah menit ke-30 ketika VAR mengintervensi dugaan handball bek Inter, Yann Bisseck.
Wasit Daniele Chiffi yang meninjau ulang kejadian tersebut akhirnya menunjuk titik putih.
Riccardo Orsolini yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan dingin. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Drama VAR Kedua dan Aksi Ravaglia
Di babak kedua, Inter kembali dibuat frustrasi oleh teknologi. Wasit sempat memberikan hadiah penalti kepada Inter saat Ange-Yoan Bonny dianggap dijatuhkan.
Namun, lagi-lagi VAR membatalkan keputusan tersebut.
Pahlawan sesungguhnya bagi Bologna adalah sang kiper, Federico Ravaglia.
Di penghujung laga, ia melakukan penyelamatan krusial menggagalkan peluang emas Lautaro Martinez.
Sesuai regulasi Supercoppa, laga langsung dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa perpanjangan waktu.
Di fase "tos-tosan" ini, mentalitas Bologna berbicara. Ravaglia sukses melakukan dua penyelamatan penting.
Kemenangan Rossoblu akhirnya dikunci oleh penyerang veteran, Ciro Immobile, yang dengan tenang mengeksekusi penalti penentu. Skor akhir adu penalti 3-2 untuk Bologna.
Dengan hasil ini, Bologna berhak melaju ke babak Final Supercoppa Italiana dan akan menantang skuad asuhan Antonio Conte, SSC Napoli, yang sebelumnya mengalahkan AC Milan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani