Jawa Pos Radar Madiun – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, punya cara unik dan jenaka untuk menepis kabar miring mengenai keretakan hubungan di ruang ganti timnya jelang laga kontra AS Roma.
Belakangan ini, media Italia Tuttosport gencar memberitakan bahwa striker anyar mereka, Jonathan David, merasa terisolasi.
Pemain asal Kanada itu disebut "pemalu", terkendala bahasa, dan dikabarkan tidak diundang dalam acara makan malam Natal skuad Juventus.
Menanggapi rumor tersebut dalam konferensi pers Jumat (19/12), Spalletti justru melontarkan lelucon khas Italia. Ia membenarkan David tidak diajak makan, tapi bukan karena masalah sosial, melainkan karena melakukan "dosa besar" kuliner Italia.
"Mereka membuat keputusan yang tepat untuk tidak mengundangnya," canda Spalletti sambil tertawa.
"Pertama kali mereka mengajaknya makan malam, dia (David) memarut keju parmesan di atas pasta seafood. Jelas saja mereka tidak mengundangnya lagi!" seloroh sang pelatih.
Bagi orang Italia, mencampur keju dengan olahan laut (seafood) memang dianggap sebagai tindakan "kriminal" terhadap cita rasa makanan.
Pemain Senior Juga Pasang Badan
Di balik candaan Spalletti, para penggawa senior Juventus bereaksi keras membela rekan setimnya. Bek Federico Gatti melalui Instagram pribadinya mengecam pemberitaan media yang dianggap mengada-ada jelang laga penting.
"Saya merasa tidak masuk akal bahwa berita tidak berdasar seperti itu, yang dibuat dari nol, dibiarkan beredar. Satu-satunya hal yang penting sekarang adalah pertandingan. Sisanya hanya kebisingan," tulis Gatti.
Dukungan juga datang dari Manuel Locatelli dan Mattia Perin yang kompak mengunggah foto kebersamaan mereka yang sedang tersenyum lebar bersama Jonathan David, membuktikan bahwa ruang ganti Si Nyonya Tua baik-baik saja. (naz)
Editor : Mizan Ahsani