Jawa Pos Radar Madiun - Arema FC sukses menciptakan comeback dramatis saat menjamu Persik Kediri dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/1).
Singo Edan sempat berada di ujung kekalahan setelah tertinggal lebih dulu.
Namun dua gol di masa tambahan waktu mengubah segalanya dan memastikan kemenangan 2-1 untuk tuan rumah.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim bermain dengan intensitas tinggi. Persik Kediri tampil disiplin menjaga area pertahanan, sementara Arema FC berusaha memecah kebuntuan lewat sejumlah percobaan.
Meski beberapa peluang tercipta, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Persik Sempat Unggul, Supriadi Jadi Pahlawan Sesaat
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Persik Kediri akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-80.
Melalui aksi individu menusuk ke kotak penalti, M. Supriadi melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Arema.
Gol tersebut sempat membuat Persik berada di atas angin.
Hingga memasuki menit-menit akhir, kemenangan tampak berada dalam genggaman Macan Putih.
Injury Time Jadi Milik Arema FC
Situasi berubah drastis di masa tambahan waktu. Tekanan bertubi-tubi Arema FC berujung petaka bagi tim tamu.
Pada menit 90+5, bola hasil situasi krusial justru berbelok masuk ke gawang Persik akibat gol bunuh diri M. Supriadi.
Drama belum berhenti. Tiga menit berselang, Ian Puleio memastikan kebangkitan Arema FC dengan gol penentu.
Stadion Kanjuruhan pun bergemuruh menyambut kemenangan dramatis tuan rumah.
Klasemen Berubah, Persik Pulang Tanpa Poin
Kemenangan ini mengangkat posisi Arema FC ke peringkat 10 klasemen sementara dengan koleksi 21 poin.
Sementara Persik Kediri harus rela tertahan di posisi ke-12 dengan 19 poin.
Dari nyaris kalah hingga membalikkan keadaan di detik terakhir, laga Derby Jawa Timur ini kembali membuktikan bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan hingga peluit akhir. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani