Jawa Pos Radar Madiun – Kabar pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid, Selasa (13/1), masih menyisakan guncangan hebat di Santiago Bernabeu.
Nakhoda berusia 44 tahun itu didepak hanya sehari setelah El Real dipermalukan musuh bebuyutannya, Barcelona, di partai puncak Piala Super Spanyol.
Namun, di balik alasan klise hasil buruk, legenda hidup Real Madrid, Guti Hernandez, mencium aroma tak sedap.
Guti meyakini, Alonso bukan dipecat karena miskin taktik, melainkan korban dari pembangkangan atau politik ruang ganti para pemain bintang.
Baca Juga: Resmi, Manchester United Tunjuk Michael Carrick sebagai Pelatih Interim hingga Akhir Musim
Sinyal Pemain Tak Suka Pelatih
Kepada Tuttomercatoweb, Guti blak-blakan menyebut bahwa kekalahan di lapangan hanyalah puncak gunung es.
Masalah utamanya ada pada relasi personal antara pelatih dan pemain.
"Saya tidak merasakan suasana di ruang ganti Real Madrid musim ini. Tapi, ketika ruang ganti sudah tidak suka dengan pelatih, pasti terlihat jelas di atas lapangan," ujar Guti tajam.
Menurut mantan gelandang elegan ini, ketidaksukaan pemain biasanya bermanifestasi pada performa setengah hati.
"Bukan cuma di pertandingan kompetitif, rasa tidak suka pemain biasanya terlihat jelas dalam sesi latihan. Saya rasa, itu yang menyebabkan Alonso kehilangan pekerjaannya," tambahnya.
Baca Juga: Hasil Newcastle vs Manchester City di Semifinal Carabao Cup Leg 1: Semenyo Tampil Impresif
Arbeloa Ikuti Jejak Zidane atau Xabi?
Tak butuh waktu lama, manajemen Los Blancos langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai suksesor.
Penunjukan Arbeloa mengingatkan publik pada momen naiknya Zinedine Zidane beberapa tahun silam, dari pelatih tim muda langsung ke tim utama.
Guti enggan membebani mantan rekan setimnya itu dengan ekspektasi selangit.
Namun, ia menilai manajemen Madrid pasti punya alasan kuat menunjuk Arbeloa yang sudah lama digodok di akademi La Fabrica.
"Kita semua tidak tahu sebagus apa kualitas Arbeloa, situasinya sama seperti Zinedine Zidane ketika pertama kali menjadi pelatih kepala," analisis Guti.
"Apakah dia siap atau tidak? Hanya manajemen yang tahu jawabannya. Arbeloa diberikan tanggung jawab besar karena manajemen percaya penuh kepadanya," pungkasnya.
Kini, tugas berat menanti Arbeloa: menyatukan kembali ruang ganti yang retak dan menyelamatkan sisa musim Los Blancos. (naz)
Editor : Mizan Ahsani