Jawa Pos Radar Madiun – Saga transfer bek asing Persib Bandung, Federico Barba, memasuki babak baru yang kian panas.
Tak hanya soal negosiasi antarklub yang alot, drama kini merembet ke ranah pribadi.
Istri sang pemain, Ester Giordano, mendadak menumpahkan kekesalannya di media sosial.
Ia menyindir keras pihak-pihak (diduga manajemen klub) yang dianggap menghalang-halangi kepindahan suaminya kembali ke Italia.
Curhatan emosional tersebut diunggah Ester melalui Instagram Stories akun pribadinya @ester_giordano pada Rabu malam (13/1).
Baca Juga: Segrup dengan Rival Bebuyutan di Piala AFF 2026, Rizky RIdho: Bukan Grup yang Mudah
Ester: Keluarga di Atas Segalanya
Dalam unggahannya, Ester menekankan bahwa urusan keluarga seharusnya menjadi prioritas di atas kontrak kerja profesional.
"Keluarga dan anak-anak adalah yang utama di atas segalanya, bahkan di atas pekerjaan. Bagi saya, siapa pun yang tidak berpikir seperti ini adalah orang yang mengerikan. Saya merasa jijik," tulis Ester pedas.
Unggahan ini muncul bertepatan dengan kabar bahwa Persib Bandung menolak tawaran resmi dari klub Serie B Italia, Pescara, yang ingin meminjam Barba dengan opsi pembelian permanen.
Apa Kata Barba?
Sinyal perpisahan juga dikonfirmasi langsung oleh Federico Barba.
Menjawab pertanyaan seorang Bobotoh di kolom komentar Instagram, bek berusia 32 tahun itu mengakui secara jantan bahwa hatinya sudah tidak di Bandung.
"Maaf, tapi untuk masalah pribadi saya, pikiran saya tidak ada di sini dan saya harus kembali ke mereka (keluarga)," ujar Barba blak-blakan.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa bertahannya Barba di skuad Pangeran Biru hanya akan menjadi beban jika masalah pribadinya tak terselesaikan.
Banjir Peminat dari Italia hingga Yunani
Meski Persib dikabarkan menolak tawaran awal Pescara, peminat jasa Barba ternyata antre panjang.
Selain Pescara, sejumlah klub Eropa dikabarkan memantau situasi eks pemain Empoli tersebut.
Dari Serie B Italia, tawaran datang dari Palermo, Benevento, Avellino, Empoli. Sedangkan di Liga Yunani ada Aris Thessaloniki.
Kini bola panas ada di tangan manajemen Persib. Apakah mereka akan melepas sang bek demi alasan kemanusiaan, atau tetap menahannya sesuai kontrak profesional? (naz)
Editor : Mizan Ahsani