JAKARTA - Alter Ego harus menghadapi awal berat pada babak puncak M7 World Championship.
Wakil Indonesia itu tertinggal 0-2 dari Aurora Gaming PH setelah kalah di dua game awal Grand Final.
Bermain di Tenis Indoor Senayan dengan format Best of Seven (Bo7), Alter Ego Esports kesulitan keluar dari tekanan permainan disiplin dan agresif tim Filipina.
Game Pertama: Kontrol Objektif Aurora Jadi Pembeda
Game pembuka dimainkan di map Flying Cloud. Aurora langsung menunjukkan struktur permainan matang sejak early hingga late game dengan mengandalkan tank jungler khas Filipina.
Komposisi hero tebal seperti Fredrinn, Hylos, dan Lapu-Lapu membuat Aurora sulit ditembus dalam team fight. Alter Ego mencoba mengimbangi lewat tempo agresif khas El Familia.
First blood berhasil diamankan Yazukee, membawa AE unggul tipis 2-1. Namun, Aurora segera membalas.
Pada menit ketiga hingga keempat, skor berbalik menjadi 3-2 lalu 4-3 untuk tim Filipina. Turtle pertama jatuh ke tangan Aurora.
Alter Ego sempat bangkit di menit keenam dan kembali unggul 5-4. Meski Aurora mengamankan turtle berikutnya, AE berhasil menjatuhkan goldlaner Aurora sehingga skor berubah 6-4.
Pertandingan berjalan berimbang hingga menit kesembilan dengan skor 7-7. Momentum berubah saat Hijumee terus menjadi target utama. Lord pertama diamankan Aurora, skor menjadi 10-7, dan turret mid Alter Ego runtuh.
Memasuki menit ke-13, Lord kedua kembali diamankan Aurora. Selisih gold melebar hingga lima ribu. Tekanan berlapis membuat pertahanan AE runtuh.
Aurora menutup game pertama pada menit 15.04 dan unggul 1-0.
Game Kedua: Alter Ego Kian Tertekan
Memasuki game kedua, Alter Ego berupaya menampilkan DNA agresif mereka di early game.
Namun dari fase draft, Aurora tampak siap mengimbangi permainan cepat AE dengan pick Parsha, Leomord, dan Grock yang dilepas dari ban.
Alter Ego memilih komposisi agresif dengan Suyou, Granger, dan Chou, serta dua marksman yang diharapkan memberi keunggulan damage.
Awal laga berjalan lambat hingga menit 1.50. Alter Ego sempat melakukan zoning dan mengamankan turtle pertama.
Namun situasi berubah cepat setelah Edward mencetak double kill, membuat AE tertinggal 0-2. Turtle kemudian diamankan Aurora.
Aurora terus menekan dan memperlebar jarak menjadi 0-4. Alter Ego sempat mencuri satu kill lewat Arfy, namun pada menit keenam skor kill sudah 2-6.
Tekanan tak berhenti. Menit kedelapan, papan skor menunjukkan 3-10 untuk Aurora.
Alter Ego tampak terbawa tempo permainan Aurora. Tim Filipina unggul dua ribu gold dan mengamankan Lord pertama tanpa perlawanan berarti.
Tekanan berlanjut hingga skor melebar menjadi 14-4. Selisih gold menembus lima ribu, membuat Alter Ego tak diberi ruang bernapas.
Menit ke-12, Lord kedua kembali diamankan Aurora.
Meski sempat bertahan di menit ke-14, kondisi Alter Ego tetap tertekan. Skor kill 5-17 dengan selisih gold sembilan ribu.
Tiga base turret Alter Ego hancur.
Aurora mengakhiri game kedua pada menit 16.05 dengan skor kill 20-5, sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di Grand Final M7.
Tekanan Besar untuk Alter Ego
Tertinggal dua game awal, Alter Ego kini berada dalam posisi sulit. Format Bo7 masih menyisakan peluang, namun Aurora Gaming PH tampil sangat dominan dengan kontrol objektif, tempo agresif, dan eksekusi team fight yang nyaris tanpa celah.
Editor : Ockta Prana Lagawira