JAKARTA - Debut game terbaru Highguard besutan Wildlight Entertainment langsung mencuri perhatian saat diperkenalkan di panggung The Game Awards.
Sejak kemunculan perdananya, Highguard kerap disandingkan dengan judul populer seperti Overwatch dan Concord, namun Wildlight menegaskan arah pengembangannya jauh berbeda.
Chad Grenier, co-founder sekaligus game director Wildlight, mengakui trailer awal belum sepenuhnya merepresentasikan keunikan Highguard.
Namun ia memastikan game ini dibangun dengan mekanisme yang belum pernah hadir di pasar shooter kompetitif.
Fokus utama Highguard adalah pertarungan PvP 3v3 yang memadukan kontrol wilayah dengan sistem pengepungan yang berkembang dinamis sepanjang pertandingan.
Berbeda dari Concord yang mengusung model berbayar, Wildlight memilih skema free-to-play untuk Highguard. Strategi ini dirancang untuk menjangkau basis pemain lebih luas tanpa hambatan biaya awal.
Format tim kecil 3v3 juga membuat tempo permainan lebih cepat dan efisien dibandingkan model 5v5 yang umum digunakan pada game sejenis.
Highguard akan tersedia di PC, Xbox Series X|S, dan PlayStation 5 dengan dukungan cross-play penuh.
Game ini membawa pemain ke sebuah benua mitologis tempat tim Wardens bertarung memperebutkan wilayah.
Unsur sihir dipadukan dengan senjata api, sementara pemain diberi kebebasan memilih basis, memperkuat pertahanan, dan mengelola sumber daya untuk meningkatkan perlengkapan.
Intensitas pertandingan meningkat dengan kehadiran Shieldbreaker, pedang legendaris yang berfungsi sebagai kunci untuk menembus pertahanan musuh dan memicu raid berskala besar.
Dinamika ini memaksa tim terus beradaptasi di tengah badai magis sambil menjaga kendali atas wilayah masing-masing.
Saat peluncuran, Wildlight memastikan konten Highguard sudah cukup padat. Lima peta besar, enam tipe basis, delapan karakter Wardens, tiga jenis tunggangan, sepuluh senjata, serta berbagai alat raid dan modifikasi loot siap dimainkan sejak hari pertama.
Studio juga menyiapkan pembaruan konten berkelanjutan untuk menjaga daya saing game tetap segar.
Pendekatan pengembangan Wildlight bersifat iteratif. Tim desain secara rutin menguji berbagai ide dan hanya mempertahankan elemen yang paling menarik secara gameplay.
Lead designer Mohammad Alavi mengungkapkan ada sekitar 30 karakter tambahan yang sempat dikembangkan, namun akhirnya dipangkas demi menjaga kualitas dan keseruan permainan.
Highguard akan dikembangkan melalui sistem episode berdurasi sekitar dua bulan.
Setiap episode dibagi menjadi dua fase, dengan penambahan konten gratis setiap bulan, mulai dari peta baru, mode permainan, karakter, hingga senjata dan perlengkapan tambahan.
Skema ini ditujukan untuk membangun komunitas pemain yang aktif dan terlibat jangka panjang.
Dari sisi monetisasi, Wildlight menegaskan pendekatan yang transparan.
Seluruh item berbayar bersifat kosmetik tanpa loot box, RNG, atau mekanisme pay-to-win. Harga item berada di kisaran 9 hingga 20 dolar AS, tanpa item premium yang melampaui batas tersebut.
Wildlight sendiri dibentuk oleh sekitar 100 profesional yang mayoritas pernah berkarya di Respawn Entertainment, dengan pengalaman menangani proyek besar seperti Apex Legends dan Titanfall.
CEO Dusty Welch optimistis pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat untuk membangun game dengan daya tahan jangka panjang.
Dengan kombinasi strategi raid, kontrol wilayah, dan sistem progresi dinamis, Highguard diposisikan sebagai alternatif segar di ranah shooter kompetitif.
Wildlight kini memusatkan perhatian pada penguatan konten dan keterlibatan komunitas setelah peluncuran perdana Highguard pada Senin pagi, 26 Januari.
Editor : Ockta Prana Lagawira