Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Analisis MU Bisa Kembali Garang di Tangan Carrick, Anak Emas Sir Alex Kembalikan DNA yang Hilang selama 13 Tahun

Mizan Ahsani • Rabu, 28 Januari 2026 | 04:55 WIB

Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko merayakan gol untuk Manchester United.
Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko merayakan gol untuk Manchester United.

Jawa Pos Radar Madiun – Butuh waktu 13 tahun, 10 kali pergantian pelatih, dan enam pemecatan manajer bagi Manchester United untuk kembali menemukan identitasnya.

Di bawah asuhan Michael Carrick, Setan Merah akhirnya kembali mempertontonkan permainan bertenaga layaknya era kejayaan Sir Alex Ferguson di tahun 1990-an dan 2000-an.

Transformasi ini terbilang ajaib. Musim Liga Inggris 2024/2025 lalu tercatat sebagai mimpi buruk, di mana United finis di peringkat 15. Itu catatan terburuk sejak 1974.

Namun kini, di pertengahan musim yang menyisakan 15 laga, United kokoh di peringkat empat klasemen (zona Liga Champions) dengan koleksi 38 poin.

Indikator kebangkitan United bukan hanya posisi klasemen, melainkan keberhasilan mereka menumbangkan dua raksasa kandidat juara: Manchester City dan Arsenal.

Baca Juga: Hasil Futsal AFC: Iqbal dan Rio Pangestu Bikin Garuda Terbang, Indonesia Pimpin Korea Selatan 2-0 di Babak Pertama

Runtuhkan Rekor Lawan

Kemenangan United terasa spesial karena mematahkan rekor impresif lawan.

Sebelum ditekuk United 0-2, Manchester City memegang rekor tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi.

Begitu pula dengan Arsenal. Sebelum takluk 2-3 dari pasukan Carrick, The Gunners belum pernah kalah di Emirates Stadium sepanjang musim 2025/2026.

Arsenal, yang disebut memiliki skuad terdalam musim ini, juga berstatus pemuncak klasemen fase grup Liga Champions dengan rekor sempurna.

Uniknya, Arsenal era Mikel Arteta tercatat hampir tidak pernah kalah saat berhasil mencetak dua gol, kecuali pada dua momen melawan Manchester United.

Yakni kekalahan 2-3 pada Desember 2021 dan kekalahan 2-3 pada Januari 2026 ini.

Baca Juga: Hasil AFC Futsal Asian Cup 2026: Kartu Merah Jadi Titik Balik, Irak Menang 4-2 atas Kirgizstan

Kembalinya DNA Ferguson

Legenda klub, Peter Schmeichel dan Michael Owen, sepakat bahwa permainan United saat ini adalah replika dari era Sir Alex Ferguson.

Tidak ada taktik modern yang terlalu rumit. Carrick yang merupakan salah satu anak emas Sir Alex menerapkan sepak bola klasik.

Yakni pertahanan super rapat, agresivitas tinggi, transisi cepat, dan finishing mematikan.

"Itu adalah penampilan terbaik mereka dalam bertahun-tahun. Mereka bermain seperti Manchester United-nya Sir Alex Ferguson," ujar Michael Owen.

Matheus Cunha, pencetak gol penentu kemenangan kontra Arsenal, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari kebangkitan ini.

"Pertandingan seperti ini adalah laga yang kami impikan. Saat saya datang ke United, pertandingan seperti inilah yang saya tonton di televisi," ungkap Cunha.

Gaya main "berlari sekencang-kencangnya ke kotak penalti" yang sempat hilang, kini kembali.

Sir Alex Ferguson yang menyaksikan laga kontra City di Old Trafford pun terlihat tersenyum lebar, menandakan kerinduannya akan DNA asli United akhirnya terobati. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Carrick #strategi #Arsenal #pelatih #Manchester United #manchester city #sir alex ferguson #liga inggris #taktik